Daerah

Waspadai Demam Berdarah Saat Curah Hujan Tinggi

Ist

BANDARLAMPUNG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung, mengimbau masyarakat agar waspada terhadap penyakit Demam Berdarah (DBD).

Kasubag Humas Dinkes Provinsi Lampung, Asih Hendrastuti, mengatakan berdasarkan data pada tahun sebelumnya, siklus DBD mengikuti cuaca hujan yang tinggi.

“Pada musim hujan, seperti di bulan Desember, Januari, dan Februari perlu diwaspadai perkembangan  penyakit DBD, ” kata dia, Jumat (12/1).

Untuk mencegah terjadinya wabah DBD di lingkungan sekitar dapat dilakukan dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Pemberantasan tersebut dengan cara 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas) plus menghindari gigitan nyamuk,” ujarnya.

Sebagai upaya untuk menurunkan angka kasus DBD, lanjut Asih, Diskes Lampung akan melakukan kampanye PSN.

Baca Juga:  Polda dan Densus 88 Susuri Persembunyian Teroris di Lampung

“Kami akan membagikan logistik larvasida (bahan abatisasi) dan insektisida (bahan pengasapan) ke kabupaten/kota,” jelasnya.

Penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Tidak seperti nyamuk-nyamuk yang pada umumnya mencari makan di malam hari, Aedes aegypti dan Aedes albopictus umumnya menggigit di pagi hari sampai sore hari menjelang petang.

“Jentik nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus sering ditemukan pada air selokan yang tidak mengalir, kolam, waduk, atau kamar mandi di rumah kita. Itu artinya, serangga ini menjadikan air yang tenang sebagai media untuk berkembang biak,” terangnya.

Ciri-ciri orang terkena penyakit DBD antara lain, suhu badan tinggi yang bisa mencapai 41 derajat celcius, tubuh menggigil, kehilangan nafsu makan, badan terasa lelah, sakit kepala, sakit tenggorokan, wajah berwarna kemerahan, nyeri sendi, otot, dan tulang, mual-mual, muntah, nyeri pada bagian belakang mata, pembengkakan kelenjar getah bening, hingga unculnya bintik-bintik merah di kulit (terutama pada anak-anak).

Baca Juga:  Bahu NasDem Minta Bawaslu Panggil Sutono

“Pada kasus yang jarang terjadi, demam berdarah juga menyebabkan hidung dan gusi mengeluarkan darah yang jumlahnya sangat sedikit, berbeda dengan pendarahan yang terjadi pada hemorrhagic dengue fever yang mana volume darah yang dikeluarkan cukup banyak,” paparnya.(MR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top