Peristiwa

Wartawan Newskabarindonesia.com Diduga Meras, PWI : Laporkan Pihak Berwajib

Ist

Tulang Bawang Barat, – Dunia pers kembali dicederai oleh oknum tidak bertanggungjawab dengan memanfaatkan profesi sebagai wartawan. Kali ini pencideraan pilar ke empat demokrasi itu dari kabupaten Tulangbawang Barat dengan dugaan menyebarkan berita hoax agar kantong semakin tebal.

Wartawan Media Newskabarindonesia.com diduga melakukan pemerasan serta menyebarkan berita bohong terkait pembagian uang dan baju di Tiuh Toto Makmur Kabupaten Tulangbawang Barat, oleh bakal calon Gubernur Lampung (bacagub) M. Ridho Ficardo, Minggu (4/2).

Melalui video berdurasi 02.11 menit yang tersebar melalui WhatsApp terlihat wartawan www.newskabarindonesia.com juga di media www.lampungtoday.com serta media lainnya terlihat berbasa-basi yang intinya ingin membuat berita bagus jika sesuai dengan kesepakatan.

Namun salah satu wartawan yang melihat negosiasi berujung uang ini di rekam melalui handphone justru tersulut emosi saat didokumentasikan.

Menurut sumber dari Tim Ridho BerBhakti yang dihubungi oleh Pemilik Media Newskabarindonesia.com, bahwasanya sebelum berita itu naik, terkesan mengajak kompromi alias 86. Merasa tak mendapat respon terkait negosiasi yang berujung UUD (Ujung-ujungnya Duit) berita palsu alias bohong ini naik tanpa pertimbangan alasan yang jelas.

Baca Juga:  Luapan Sungai Putus Akses Jalan di Dusun Candiwulan Pesawaran

“Jika memang newskabarindonesia.com adalah media yang kompatibel, kenapa harus ada keinginan untuk ajakan kompromi. Apabila itu fakta dan ada pembagian uang ke warga, laporkan saja ke Bawaslu,” tegas Sumber terpercaya Tim Ridho BerBhakti kepada awak media, Minggu (4/2).

Menanggapi hal itu, Juniardi, selaku Bidang Pembelaan wartawan PWI Lampung, menegaskan jika wartawan bekerja diluar konteks jurnalistik dan terbukti melakukan pemerasan, maka dapat diteruskan kepada yang berwajib.

“Jika wartawan bekerja diluar kontek jurnalistik dan apalagi memeras maka laporkan saja pada yang berwajib,” tegas pemilik media www.sinarlampung.com saat dikonfirmasi.

Tindak pemerasan bukanlah pekerjaan wartawan, jika memang terbukti wartawan melakukan tindakan tersebut, maka itu sudah termaksud kejahatan, justru merupakan prilaku melanggar hukum dan etika pfofesi jurnalistik.

Baca Juga:  Jurnalis Lampung Tolak Remisi Pembunuh Wartawan

“Itu pekerjaan penjahat, dan prilaku melanggar hukum dan etika profesi,” sambung Juniardi.

Wartawan dalam menjalankan pekerjaan jurnalistiknya selalu berdasar pada prinsip-prinsip etika. Wartawan Indonesia telah memiliki Kode Etik Wartawan Indonesia (KEWI) yang menjadi acuan bagi seluruh wartawan di Indonesia. Wartawan tidak boleh menggunakan cara-cara pemaksaan dan intimidasi, serta tidak meminta imbalan dalam mencari informasi.

“Saya mengimbau agar komunitas wartawan dan pers bahu-membahu bersama masyarakat untuk memerangi praktek penyalahgunaan profesi wartawan, dengan malaporkan aktivitas-aktivitas tidak profesional yang mengatasnamakan sebagai wartawan kepada kepolisian,” imbaunya.

Kepada anggota masyarakat, perusahaan swasta, dan instansi pemerintah diharapkan agar cermat dalam mengidentifikasi wartawan atau media serta tidak segan-segan menanyakan identitas wartawan dan mencek kebenaran serta status media tempatnya bekerja. Wartawan profesional selalu menggunakan cara-cara etis dalam mencari informasi.

“Kode Etik Wartawan Indoensia (KEWI) dengan jelas menyatakan, wartawan Indonesia selalu menjaga kehormatan profesi dengan tidak menerima imbalan dalam bentuk apa pun dari sumber berita yang berkaitan dengan tugas-tugas kewartawanannya dan tidak menyalahgunakan,” imbuhnya.

Baca Juga:  RS Bhayangkara Terima 9 Korban Luka Bentrok di Register 45 Mesuji

Terpisah, Sapto Yulianto pemilik media www.newskabarindonesia.com dan www.lampungtoday.com saat dikonfirmasi terkait apakah ada upaya pemerasan yang dilakukan wartawannya, serta kekuratan berita yang dianggap bohong seperti apa tanggapannya. Seperti didalam video berdurasi 02.11 menit yang tersebar melalui WhatsApp.Tidak ada tanggapan sama sekali hingga berita ini diturunkan. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top