Modus

Wartawan Main Proyek, Coreng Profesi Pewarta

Ketua AJI Bandar Lampung Hendry Sihaloho/AJI Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandar Lampung menyesalkan perilaku oknum wartawan yang turut bermain proyek. Hal ini menanggapi persidangan perkara dugaan suap fee proyek Mesuji yang menyebut beberapa nama jurnalis menerima proyek.

“Seyogianya mereka tidak ikut, apalagi sampai terlibat. Sebaliknya, wartawan mesti mengawasi pelaksanaan sebuah proyek agar tidak menyimpang, terlebih itu memakai uang rakyat,” kata Ketua AJI Bandar Lampung Hendry Sihaloho melalui rilisnya, Jumat (12/7).

Dia mengatakan, oknum jurnalis yang main proyek bukan saja mencoreng profesi pewarta, tapi juga melanggar Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Dalam Pasal 6 KEJ disebutkan bahwa wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap.

Baca Juga:  AJI Berharap Media Lampung Didominasi Isu Lingkungan

Penafsirannya, menyalahgunakan profesi yakni segala tindakan yang mengambil keuntungan pribadi atas informasi yang diperoleh saat bertugas sebelum informasi tersebut menjadi pengetahuan umum. Sedangkan suap adalah segala pemberian dalam bentuk uang, benda atau fasilitas dari pihak lain yang memengaruhi independensi.

“Kami memandang oknum wartawan yang main proyek, memeras, atau perbuatan tak patut lainnya tidak menghormati pekerjaannya. Ia justru melecehkan profesinya. Tindakan demikian semakin memperburuk citra wartawan di masyarakat. Padahal, kita yang bekerja sebagai juru warta punya tanggung jawab secara moral untuk memperbaiki ‘image’ buruk tersebut,” kata Hendry.

Dalam elemen-elemen jurnalisme, elemen yang kelima adalah memantau kekuasaan dan menyambung lidah mereka yang tertindas. Artinya, ketika wartawan melaksanakan tugasnya, ia memosisikan diri sebagai pemantau kekuasaan.

Baca Juga:  Polda Lampung Analisa Dua Granat di TPA Bakung

Analoginya sederhana, karena kekuasaan itu cenderung korup, maka mesti dipantau. Jurnalis seharusnya menjalankan mandat ini, bukan malah ‘berselingkuh’ dengan kekuasaan, seperti main proyek. Lebih dari itu, memantau kekuasaan bagian dari upaya memperkuat demokrasi.

“Kami mengimbau teman-teman wartawan untuk bekerja profesional sesuai KEJ. Mari bersama-sama menjaga muruah dan independensi sebagai jurnalis. Inilah saatnya membangun kredibilitas dan integritas sebagai juru warta,” kata dia.

Sebelumnya, dalam persidangan perkara dugaan suap fee proyek Mesuji di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis (11/7/2019), terungkap bahwa oknum wartawan salah satu surat kabar harian di Lampung menerima 3 proyek senilai Rp6,8 Miliar. Hasil plotting proyek diberikan kepada yang bersangkutan untuk menghilangkan sorotan dari media.(LS)

Baca Juga:  Pelaku Pungli di Jalan Lintas Timur Diamankan Polres Tulang Bawang

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top