Daerah

Warga Sebut Operasi Pasar Pemkab Tuba Salah Sasaran

Operasi pasar yang digelar selama satu hari di Pasar Putri Agung, Menggala, oleh Dinas Perdagangan dan Pangan, Pemkab Tulangbawang/MR/Suluh

MENGGALA – Operasi pasar (OP) yang digelar selama satu hari di Pasar Putri Agung, Menggala, oleh Dinas Perdagangan dan Pangan, Pemkab Tulangbawang,  abaikan kebutuhan masyarakat kalangan bawah.

Pasalnya OP yang menyasar bawang putih tersebut terkesan diperuntukkan bagi masyarakat kalangan atas, seperti pedagang, pemilik rumah makan, dan kalangan pegawai.

Mastinah (40), salah satu ibu rumah tangga, dengan wajah memerah menahan malu beranjak pergi meninggalkan kerumunan OP, saat dirinya di tolak oleh distributor ketika hendak membeli bawang putih sebanyak 2 kilogram.

Menurutnya percuma saja Pemkab Tulangbawang menggelar OP jika barang yang dijual diperuntukkan bagi orang yang mapan atau mampu.

Baca Juga:  Pocil Dabin 4 Panaragan Jaya Raih Juara 3 di HUT Bhayangkara ke-72

“Biasanya OP digelar untuk membantu masyarakat kecil, kali ini beda, OP digelar untuk mensejahterakan pedagang, pemilik rumah makan, dan pegawai. Lihat saja hanya merekalah yang mampu membeli, dalam jumlah banyak, kan pasti dijual lagi dengan harga tinggi,” kata Mastinah, Selasa (14/5).

Hal yang sama diutarakan oleh Sinar (45), menurutnya pemkab tidak perlu menggelar OP bawang putih jika masyarakat tidak diperkenankan alias dilarang membeli eceran.

“Percuma, kegiatan ini bukan membantu malah bikin kami malu, gimana ga malu saat ingin membeli eceran eh ga bisa. Kalau mau beli minimal satu sak seberat 20 kilo dikali Rp25 ribu, dari mana uang sebanyak itu,” ujarnya.

Baca Juga:  Dirjen PAS Kemenkum HAM RI Kunjungi Lapas II Waygelang

Ditempat yang sama, Kadis Perdagangan Amri, menjelaskan jika digelarnya OP bawang putih merupakan inisiatif pihaknya untuk menstabilkan harga bawang putih.

Dalam OP kali ini pihaknya bekerja sama dengan distributor bawang putih asal Jakarta, dengan mensiapkan 7 ton bawang putih kualitas super dengan harga terjangkau.

“Satu kilo bawang putih diharga Rp25 ribu, namun dalam hal penjualan pihak distributor tidak menjual eceran, melainkan jual sak, atau satu orang minimal beli satu sak bawang putih seberat 20 kilo, alasan mereka repot jika dijual eceran,” pungkasnya.(MR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top