Bandar Lampung

Warga Masih Berharap Pemerintah Menuntaskan Tragedi Talangsari

LBH Bandar Lampung menggelar diskusi mengenang tragedi Talangsari/Suluh/JOS

BANDAR LAMPUNG – Peristiwa Talangsari yang terjadi di Lampung Timur pada 7 Februari 1989 lalu, merupakan tragedi kemanusiaan yang sarat pelanggaran HAM.

Berdasarkan catatan Komnas HAM, peristiwa Talangsari 31 tahun lalu menghilangkan nyawa 130 orang, merampas hak 55 warga, menyiksa 45 orang dan memaksa pindah 77 warga.

Keluarga korban dan masyarakat Talangsari hingga saat ini masih berupaya mencari keadilan.

Salah satu keluarga korban Talangsari dalam aksi Kamisan, yang berlangsung di Tugu Adipura, Nurdin, berharap pemerintah memiliki itikad baik menuntaskan tragedi Talangsari.

Perwakilan Ombudsman RI, Ahmad Suaidi, menjelaskan, 30 tahun setelah peristiwa Talangsari tepatnya pada tahun 2019 lalu, pemerintah berupaya melakukan upaya damai dengan masyarakat Talangsari.

Baca Juga:  Bandar Lampung Menuju Kota Pintar

Melalui tim terpadu kementerian polhukam, pemerintah menggelar deklarasi damai di Talangsari.

Namun upaya ini dinilai cacat administrasi atau oleh ombudsman pusat.

“Ombudsman menilai deklarasi damai tanpa melibatkan keluarga korban tidak memiliki landasan hukum atau bisa menghapuskan dugaan pelanggaran HAM berat yang terjadi,” kata Ahmad, Jumat (7/2).(JOS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top