Daerah

Warga Kecamatan Menggala Tuntut PT. Waskita Beri Kompensasi Akibat JTTS

Ratusan warga Ujung Gunung Udik, Kecamatan Menggala, menggelar aksi unjuk rasa, di Kantor Waskita Karya/FS

TULANGBAWANG – Ratusan warga Ujung Gunung Udik, Kecamatan Menggala, menggelar aksi unjuk rasa, di Kantor Waskita Karya, Jalan Lintas Timur Menggala, Selasa (14/8).

Massa menuntut, agar Waskita memberikan kompensasi terhadap berbagai kerusakan yang ditimbulkan dari pembuatan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Kelompok masyarakat yang tergabung dalam massa Ujung Gunung Bersatu, juga meminta agar PT. Waskita memperhatikan segala aspek kerusakan lingkungan, baik lahan partanian, pekebunan, hingga perikanan, milik masyarakat akibat pembangunan JTTS di wilayah Tulangbawang, Lampung.

Korlap aksi massa, Elianyanto, mengatakan, kedatangan massa di Kantor Waskita bertujuan untuk menyampaikan keluhan dan tuntutan masyarakat Umbul Seribu Kampung Ujung Gunung Ilir, terhadap Waskita, yang kegiatannya merusak berbagai usaha tradisional masyarakat sekitar. Mulai dari lebak-lebung, lahan pertanian dan perkebunan menjadi gagal panen.

Baca Juga:  Walikota dan Wakil Walikota Harus Saling Memahami

Elian meminta, agar Waskita membuat jembatan penyeberangan sebagai akses petani dan nelayan serta mengkaji ulang amdal sesuai UU 32 Tahun 2009, tentang pelindungan lingkungan hidup.

Sekitar 1 jam berorasi, pihak Waskita melalui aparat pengamanan khusus dari mapolda Lampung, Aipda Cucu As, mempersilahkan 8 orang perwakilan massa untuk masuk ke dalam ruangan mediasi, menyampaikan aspirasi dengan pihak waskita tetapi harus tertib dan aman.

Kondisi dalam ruangan mediasi berjalan aman tertib dan lancar. Dalam pertemuan tersebut dihadiri juga oleh Camat Menggala serta pengamanan ketat dari aparat Polres Tulangbawang dan sejumlah perwakilan masyarat.

Perwakilan masyarakat Supri, menjelaskan, ada sebanyak 65 kepala keluarga (KK) yang hilang mata pencarian akibat dari pembangunan jalan tol.

Baca Juga:  Taksol Lampung Kepung Kantor Gojek Tuntut Perubahan Intensif

Sebab timbunan tol telah menyebabkan kekeringan lahan pertanian dan lebak lebung.

“Tuntutan kami sudah lama dilayangkan tetapi sampai sekarang tidak ada kejelasan. Hari ini kami tidak akan pergi sebelum ada kepastian dariWaskita” kata Supri, .

Sementara perwakilan Waskita Karya Agung, meminta agar masyarakat bersabar. Sebab semua tuntutan warga akan disampaikan ke pusat atau Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT), karena Waskita hanya sebagai pelaksana konstruksi pembuatan jalan tol.(LS/FS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top