Iklan
Bandar Lampung

Warga Kampung Pasar Griya Lawan Penggusuran Lahan

Warga Kampung Pasar Griya Sukarame, Kota Bandar Lampung, yang melawan penggusuran dari pemerintah kota/LS

BANDAR LAMPUNG – Konflik antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung dengan warga Kampung Griya Sukarame, perihal alih fungsi lahan terus berlanjut. Warga yang menolak tanahnya digusur, terus memperjuangkan tempat tinggal dengan menghalau dibantu Komite Tolak Penggusuran (KTP) Lampung yang terdiri dari beberapa organisasi.

Kristina Tia Ayu, salah satu perwakilan dari KTP Lampung dan juga ketua wilayah (LMND) Lampung, menegaskan, warga Pasar Griya merupakan bagian dari rakyat Indonesia. Oleh sebab itu mereka mempunyai hak untuk  mendapatkan tempat tinggal yang layak dan dijamin dalam konstitusi.

“Jadi wajar saja jika warga tak gentar berhadap-hadapan langsung dengan alat berat yang mencoba merangsak masuk kedalam pasar, bahkan warga rela mati untuk mempertahankan  tempat yang sudah puluhan tahun mereka tempati,” urai Kristina, Jumat (13/7).

Baca Juga:  Warga Pasar Griya Masih Berharap Uluran Tangan Herman HN

Kata dia, upaya penggusuran yang dilakukan Pemkot Bandar Lampung tidak memenuhi prosedur  yang ada dan cenderung  memakasakan kehendak tanpa memikirkan nasib warga pasar griya.

Diketahui, sudah sejak pagi Satuan Pol. PP beserta aparat Kepolisian dan juga TNI sudah tiba di lokasi. Tepat pukul 10.30 WIB, alat berat pun tiba di lokasi.

Dalam proses penggusuran tersebut, Asisten 1 Kota Bandar Lampung mengakui pihaknya tidak membawa surat perintah tugas.

Sementara waktu alat berat yang sudah terlanjur datang untuk sementara waktu dipindahkan dari lokasi sampai waktu yang tidak ditetapkan dan puluhan warga bersama Komite Tolak Penggusuran  masih berjaga-berjaga di lokasi.(LS)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top