Politik

Warga Dua Kecamatan Semaka Siap Menangkan Samsul Hadi

Calon Bupati Tanggamus, Samsul Hadi/WA

TANGGAMUS – Calon Bupati Tanggamus, nomor urut dua (2), Samsul Hadi, mengajak dialog warga di dua pekon yakni Pekon Kanca Pura dan Pekon Sukaraja, Kecamatan Semaka, Senin (5/3).

Dalam agenda tersebut, ratusan warga berkumpul dan melakukan dialog secara langsung. Masyarakat pun terlihat sangat antusias.

Tokoh masyarakat setempat menyampaikan beberapa point dalam kesempatan tersebut yakni masalah infrastruktur dan masalah pertanian.

“Kami berharap agar jalan disini bisa segera dibenahi, terutama akses ke tempat-tempat pendidikan dan kesehatan. Sekitar 60 hektare sawah tidak bisa berproduksi karena irigasinya tertutup,” ungkapnya.

Sama halnya seperti di Pekon Kanca Pura, antusiasme warga juga terlihat di Pekon Sukaraja, bahkan ucapan terimakasih dan komitmen untuk memenangkan pasangan calon Samsul Hadi dan Nuzul Irshan (SAM-NI) juga di tegaskan.

Baca Juga:  AMLB Tolak Ujaran Kebencian di Pemilu 2019

“Saya ucapkan terimakasih atas kedatangan Pak samsul. Seluruh warga di pekon ini akan mendukung pak samsul dan pak Nuzul secara penuh saat pencoblosan nanti,” terang Robani selaku tokoh masyarakat setempat.

Menanggapi hal tersebut, Samsul Hadi mengatakan, bahwa permasalahan tersebut merupakan program priotasnya dalam maju sebagai calon bupati.

“Pendidikan, kesehatan, akses jalan serta sektor lain seperti pertanian dan pariwisata merupakan program prioritas kami ke depan. Dialog ini merupakan salah satu cara kami untuk memastikan lebih dalam lagi bahwa program tersebut merupakan program kerja yang betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat. Untuk itu, mari kita perjuangkan secara bersama sama,” papar Samsul Hadi.

Dalam kesempatan yang sama, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Zukman, juga mengajak agar masyarakat menjadi pemilih yang cerdas.

Baca Juga:  Bawaslu Lampung Timur Jatuhkan Sanksi Kepada Dua Caleg PKS

“Jika Tanggamus ingin maju, maka masyarakat harus menjadi pemilih yang cerdas. Pak samsul adalah orang yang memiliki kemampuan untuk memimpin, baru menjabat 1,5 bulan saja, perubahan begitu terasa. Salah satunya adalah jumlah desa tertinggal yang tadinya berjumlah ratusan, sekarang tinggal 20an saja,” ungkap Zukman.

Ia pun mengingatkan, agar masyarakat menggunakan hak pilihnya secara tepat, bukan berdasarkan karena diberi sesuatu. Prilaku korup seorang pemimpin disebabkan karena pada saat kampanye mengeluarkan banyak modal.

“Kita semua harus ingat, jika memilih karena diberi sesuatu bukan atas dasar kemampuannya, itu sama saja menjerumuskan dirinya sendiri selama lima tahun kedepan. Saya yakin, masyarakat di sini khususnya dan Tanggamus pada umumnya, tidak akan rela jika di pimpin oleh pemimpin yang nantinya melakukan korupsi,” tandasnya.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top