Daerah

Wanggi Hoed Rasuki Dunia Anak

Wanggi Hoed seniman Pantomime asal Cirebon/MAS

Suluh.co – Seni Pertunjukan Pantomime dirasa masih sangat asing bagi masyarakat umum di Indonesia. Namun, bagi Wanggi Hoed seniman Pantomime asal Cirebon, Pantomime ialah harta karun seni pertunjukan.

Dalam kegiatan Malam Kopi Buku Cinta yang digelar oleh Cafe Djeladjah Yogyakarta, Minggu (7/12). Dengan tajuk Sunyi Seperti Gunung, Wanggi Hoed hadir sebagai narasumber sumber.

Dalam dunia seni di Indonesia, Wanggi Hoed dikenal sebagai seniman dan juga aktivis. Tidak sedikit karya-karya seni Pantomime yang ia pentas kan menyuarakan isu kemanusiaan, isu alam dan lain sebagainya.

Dibalik karya-karyanya yang fenomenal tersebut, Wanggi Hoed ternyata sangat menyukai dunia anak-anak.

Baca Juga:  BPJS Kesehatan Turun Kampung

Bagi Wanggi Hoed dunia anak-anak ialah dunia kejujuran imajinasi.

“Albert Einstein berkata, ilmu itu bisa berhenti, namun imajinasi akan terus ada, dan anak-anaklah kekayaan imajinasi tersebut,” ucap Wanggi Hoed.

Dirinya saat berpantomime bersama anak-anak, akan menyesuaikan masuk dalam dunia anak-anak. Sebagaimana dunia itu indah penuh dengan canda tawa dan imajinasi.

Meskipun, seringkali mendapatkan ejekan, pukulan atau perilaku yang tidak menyenangkan dari anak-anak, hal tersebut tidak menyurutkan dirinya mencintai anak-anak melalui Pantomime.

Untuk anak-anak ia akan menanggalkan segala ke egoisan, hal-hal yang belum waktunya anak-anak terima dan ketahui.

“Pantomime ialah seni hidup, dimana Pantomime pekerjaan sikap, dengan tubuh, kita dapat menyampaikan segalanya,” ulasnya.

Baca Juga:  Kuliner Malam Purworejo, Kupat Tahu Pak Adi Mantap Lezat

Wanggi Hoed menceritakan bahwa dirinya pernah melatih seorang anak, dan saat  bertemu kembali anak tersebut sudah SMA, dalam pertemuan tersebut anak itu berkata, mang Wanggi Hoed ternyata seniman Pantomime dan aktivis.

“Harus dipikirkan panjang. Ruang ini menjadi ruang pembelajaran, ruang perenungan untuk temen-temen. Nanti berhubungan dengan korelasi. Berikan pantomime bagi anak-anak sesuai porsinya, merawat mencintai dengan cinta. Dan seimbang dengan keyakinan, Pantomime akan hidup sendiri di diri mereka,” tegasnya.(Mahestya Andi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top