Modus

Walhi Risaukan Tegal Mas Tetap Buka

Direktur Walhi Lampung, Irfan Tri Musri/HBB

BANDAR LAMPUNG – Walhi atau Wahana Lingkungan Hidup Provinsi lampung, mendorong tiga kementerian untuk bertindak tegas terhadap pelanggaran lingkungan hidup yang dilakukan oleh pengelola PT Tegal Mas Thomas Aziz Riska.

Pasalnya, dua minggu pasca penyegelan Pantai Marita Sari dan Pulau Tegal Mas, kegiatan pengangkutan penumpang dengan tujuan Tegal Mas masih berlangsung.

Walhi menilai, hal tersebut dapat mengganggu proses hukum yang saat ini masih berjalan.

Walhi bersama 12 lembaga penggiat lingkungan hidup maupun sosial menyatakan sikap untuk mendorong tiga kementerian yakni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementrian Agraria dan Tata Ruang.

Baca Juga:  Walhi Tolak Mentah-mentah Sosialisasi Tambang Pasir Laut PT LIP

“Agar segera menutup segala aktifitas di Pulau Tegal Mas, pasalnya meski telah disegel kegiatan penyeberangan menuju destinasi wisata bahari dan pantai tersebut masih saja dilakukan,” jelas Direktur Walhi Lampung, Irfan Tri Musri, Selasa (20/8).

Menurutnya, dengan tetap berlangsung kegiatan angkut penumpang tersebut, dapat menggangu proses hukum ataupun penyidikan yang kini masih berjalan.

Padahal dalam plang penyegelan yang terpasang di Pantai Marita Sari, tertera jelas ada larangan kepada semua orang untuk tidak melakukan kegiatan apapun dalam areal yang kini masih dalam penyelidikan PPNS atas dugaan tindak pidana.

Selain itu, kegiatan ataupun aktivitas di Pulau Tegal Mas, masih berjalan seperti biasanya. Alat-alat berat masih berada dibeberapa titik yang diduga untuk pengerukan bukit dan kegiatan reklamasi.

Baca Juga:  Ruang Kerja Bupati dan Sekretaris Lampung Tengah Disegel KPK

Dengan adanya beberapa temuan tersebut, Walhi menilai pihak Tegal Mas telah mengabaikan peringatan yang dilakukan oleh tiga kementrian, yang juga disaksiskan oleh KPK.(TS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top