Bandar Lampung

Wakil Ketua KPK Sambut Baik Kritikan Eksponen 98 asal Lampung

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang/BM/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Kritik yang dilayangkan Eksponen 98 asal Lampung, terhadap kinerja Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah, mendapat respon dari pimpinan lembaga antirasuah jilid IV itu.

Respon ini datang dari Saut Situmorang, selaku Wakil Ketua KPK.

Saut Situmorang menilai, kritik atas kinerja jajarannya yang dinilai tidak maksimal patut menjadi bahan pertimbangan dan masukan bagi komisi antirasuah itu. Ia sangat mengapresiasi hal tersebut sebagai poin berharga yang menjadikan lembaga tersebut menjadi lebih baik lagi kedepannya.

“Masukan (yang diutarakan Eksponen 98 asal Lampung) perlu diterima sepenuh hati oleh KPK. Setuju,” ucap Saut Situmorang, Kamis (31/10) malam.

Eksponen 98 asal Lampung Mahendra Utama, pun mengacungkan jempol kepada Saut Situmorang. Sebab, Saut dinilai mampu memberi respon cepat ketika ada kritik yang diperhadapkan kepada lembaga antirasuah itu.

“Bang Saut keren. Harusnya Humas itu seperti Bang Saut yang berperan melayani jurnalis dalam menyajikan informasi kepada masyarakat di era digital yang butuh akurasi dan kecepatan,” pujinya.

Mahe, sapaan akrabnya berharap penyebaran informasi yang berkaitan dengan kerja-kerja KPK di Lampung secara khusus dapat berjalan lebih baik. Terlebih lagi, ujar Mahe, juga berlaku bagi daerah lain.

Baca Juga:  Pagi ini, KPK Tertibkan Kawasan Pantai dan Pesisir Lampung

“Harapannya tentu agar KPK lebih maksimal dalam melayani penyebaran informasi dengan para wartawan. Karena wartawan adalah salah satu wakil publik. Sehingga kerja-kerja KPK di seluruh nusantara berjalan baik. Salam kopi robusta dari Lampung,” tandas Mahe.

Sebelumnya, kinerja Juru Bicara KPK Febri Diansyah dikritik. Kritik ini diutarakan Eksponen 98 asal Provinsi Lampung, Mahendra Utama.

Mahe mengatakan, Febri Diansyah dinilai tidak ideal bertugas sebagai juru bicaranya komisi antikorupsi.

Alasannya, eksponen asal Lampung ini melihat Febri tidak baik dalam menyebarluaskan informasi tentang kegiatan yang menyangkut kegiatan lembaga antirasuah tersebut. Khususnya, dalam kegiatan KPK di Provinsi Lampung.

“Sebagai humas semestinya jangan kaku menjalankan tugas saat menyampaikan informasi, baik langsung ke publik maupun ke media,” kata Mahe.

Komentar Mahe ini bukan tak berdasar. Kata Mahe, Febri baru saja merilis kegiatan penyidik tentang pemeriksaan saksi-saksi dalam dugaan kasus korupsi yang menyeret Bupati Lampung Utara.

Untuk diketahui, Febri pada pukul 17.46 WIB menyebarluaskan informasi itu. Di dalam keterangan tertulis itu, nama saksi tidak disertakan. Namun, Febri yang sedianya adalah juru bicara tidak merespon pertanyaan wartawan di Lampung tentang detail identitas para saksi.

Baca Juga:  Prabejo Indonesia Dukung “Mahe” Menuju Kursi DPR RI

“Semestinya jika ada wartawan yang hendak mempertanyakan kedetailan keterangan pers tertulis itu, Febri harus menjawab. Bukan diam dan low respon kepada wartawan di Lampung. Ini kan kegiatan KPK di Lampung, wajar dong wartawan di Lampung menanyakan hal itu. Apa mesti wartawan nasional dulu yang harus bertanya, baru dia mau menjawab?” ungkap Mahe.

Mahe melihat ketidakidealan kerja Febri itu dari sebaran link berita tentang kegiatan pemeriksaan tersebut.

“Dan sepertinya bukan kali ini saja Febri low respon. Dalam keterangan pers berisi kegiatan KPK lainnya di Lampung pun, Febri tidak memberikan informasi yang rinci. Kalau tidak mau ditanyakan oleh wartawan, lebih baik Febri tidak memberikan keterangan pers yang isinya cuma sepotong-potong saja,” tandas Mahe.

Ia berharap, pimpinan KPK jilid IV memperhatikan hal yang dilakukan Febri. Bahkan, Mahe berharap KPK tidak menggunakan Febri lagi sebagai Kepala Biro Humas KPK.

Baca Juga:  Rasionalisasi Anggaran Pemprov Lampung Sepihak

Ia berpesan, agar juru bicara yang ditugaskan KPK harus lah sosok bersahabat dengan media. Sebab, KPK dinilai adalah lembaga yang memiliki integritas tinggi dan menjunjung tinggi keterbukaan informasi.

“Jangan sampai label yang sudah baik di KPK menjadi luntur dengan kerja-kerja inkonsisten seperti yang dilakukan Febri,” terangnya.

Mahe pun kemudian membandingkan kinerja Febri Diansyah dengan sosok Johan Budi.

“Beliau (Johan Budi) selalu menanggapi apa yang ditanyakan oleh kawan-kawan media. Sehingga mereka (media) mengetahui secara transparan kinerja dari KPK tersebut.

Semestinya penggantinya harus bisa mencontoh sikap Johan Budi itu, bukan malah makin mundur,” sindir dia.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top