Daerah

Wajah Baru Komplek Makam Cokronegoro dan Kyai Zarkasi

Komplek makam Cokronegoro dan Kyai Zarkasi di Desa Bulus, Kecamatan Gebang/MAS

Suluh.co – Komplek makam Cokronegoro dan Kyai Zarkasi di Desa Bulus, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, kini miliki wajah baru.

Revitalisasi komplek makam bupati pertama Purworejo tersebut dibiayai dari dana APBN Kementerian PUPR melalui BPPW Jawa Tengah.

Tasyakuran dan serah terima pengelolaan sementara pekerjaan revitalisasi berlangsung secara simbolis di kompleks makam setempat, Selasa (5/1).

Hadir Bupati Purworejo Agus Bastian, Ketua DPRD Purworejo Dion Agasi Setiabudi, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (PPW) Jawa Tengah, Cakra Nagara, serta sejumlah kepala OPD terkait dan pemerintah Desa Bulus.

Sementara anggota Komisi V DPR RI, Ir Sudjadi hadir secara virtual .

Cakra Nagara menyebut ada 11 pekerjaan revitalisasi infrastuktur di Makam Cokronegoro dan Kyai Zarkasi.

Masing-masing yakni pembangunan jalan aspal sepanjang 47,29 meter, pekerjaan jalan paving sepanjang 125,59 meter dan area parkir depan (minibus dan sepeda motor).

Berikutnya pekerjaan jalan beton sepanjang  93,20 meter, pekerjaan jalan paving sepanjang 112,75 meter dan area parkir belakang (bus dan minibus).

Baca Juga:  PLN Jatuhi Denda Jutaan Rupiah ke Sejumlah Warga Desa Tlogosono Gara-gara Posisi Kwh  

“Ada juga pekerjaan jalan beton sepanjang 78,63 meter, pekerjaan jalan, lampu dan gapura masuk jalan pedestrian, serta pekerjaan lampu penerangan jalan,” sebutnya.

Pembangunan revitalisasi ini menelan anggaran sekitar Rp2,2 miliar yang dibiayai dari dana APBN Kementerian PUPR melalui BPPW Jawa Tengah.

Pelaksanaan dilakukan oleh kontraktor pelaksana CV Cakra Utama dan Konsultan Supervisi oleh CV Cahaya Konsultan dengan waktu pelaksanaan 120 hari.

“Pekerjaan ini berakhir pada tanggal 25 November 2020,” jelasnya.

Cakra Nagara mengungkapkan bahwa revitalisasi kedua makam menjadi bagian dari program pemerintah dalam mendukung pengembangan destinasi wisata, termasuk wisata religi.

Tidak berhenti dengan 11 infrastruktur tersebut, pembangunan akan dilanjutkan jika masih terdapat kekurangan fasilitas pendukunga lainnya.

“Selanjutnya nanti kita coba sesuaikan. Kita akan kerja sama dengan DPUPR Purworejo untuk mengidentifikasi bagian-bagian yang perlu didukung,” ungkapnya.

Komplek makam Cokronegoro dan Kyai Zarkasi di Desa Bulus, Kecamatan Gebang/MAS

Sementara, Sudjadi dalam arahannya berpesan agar pengelolaan kompleks makam melibatkan pemerintah desa setempat sehingga berjalan maksimal.

Baca Juga:  Panggung Hiburan HUT RI ke-74 di Desa Dudu Kulon Dibakar

Menurutnya, DPR RI kan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur di daerah.

“Di Purworejo tidak hanya ini, ada beberapa lokasi lain. Seperti overpass di Butuh besok juga akan kita resmikan. Saya menunggu usulan Bupati Purworejo untuk overpass di Purwodadi supaya tidak kedaluwarsa,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Agus Bastian menyampaikan terima kasi kepada Sudjadi, Direktorat Bina Penataan Bangunan Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, dan Balai PPW Jawa Tengah yang telah melaksanakan revitalisasi.

Menurutnya, Makam Tjokronegoro dan makam Kyai Zarkasi merupakan makam leluhur yang banyak dikunjungi warga masyarakat, bahkan menjadi salah satu objek wisata ziarah yang ada di Kabupaten Purworejo.

Apalagi setelah Hari Jadi Kabupaten Purworejo direvisi berdasarkan sejarah RAA Tjokronegoro sebagai Bupati Purworejo pertama, maka setiap tahunnya selalu ada prosesi ziarah di makam RAA Tjokronegoro.

Baca Juga:  HUT Bhayangkara, Polres Lamsel Gelar Tabligh Akbar

“Revitalisasi makam ini sekaligus menjadi salah satu wujud penghormatan kita kepada leluhur, yang dalam perjalanan historisnya telah memberikan sumbangsih bagi Kabupaten Purworejo. Oleh karena itu, menjadi tugas bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Purworejo untuk merawat dan menjaga kedua makam ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Bulus, Daman Huri, menyebut pengelolaan makam selama ini dilakukan oleh lembaga pariwisata desa.

Dalam beberapa tahun terakhir sudah ada pemasukan, khususnya dari retribusi parkir, yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai biaya operasional pengelolaan makam.

“Sudah mulai banyak pengunjung, untuk kegiatan rutin peziarah juga sudah ada yang terjadwal,” ujarnya.

 

Reporter : Mahestya Andi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top