Bandar Lampung

Wagub Bachtiar Buka Pameran Senirupa Lampung

Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri, di Taman Budaya Lampung/LS

BANDAR LAMPUNG – Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri, Kepala Taman Budaya Lampung Suslina Sari, dan Wakil Bupati Tubaba Fauzi Hasan, memainkan gamolan pekhing (cetik) menandai pembukaan Pameran Senirupa Lampung, di Taman Budaya Lampung, Senin (1/10).

Sebelumnya, dalam sambutan Bachtriar Basri mengatakan, pameran lukis yang diikuti 38 perupa Lampung membuktikan daerah ini sangat subur bagi kehidupan berkesenian.

Oleh karena itu, ia berpesan kepada perupa Lamlungbagar terus berkarya.

“Meski tidak ada wadah untuk berekspresi, tapi jangan pernah berhenti berkarya,” pesannya.

Dia juga berharap, para seniman lukis diberi ruang untuk berkarya.

“Contohnya penyair Lampung yang mendapat julukan Paus sastra Lampung, Isbedy Stiawan ZS. Ketika diberi ruang dan wadah, nama Isbedy tambah besar, bukan hanya skala nasional, tapi internasional,” kata Bachtiar Basri, yang juga dikenal perupa Lampung.

Baca Juga:  Peduli Palestina dan Lombok, ACT dan Pemprov Lampung Suarakan 'Kami Bersama Mu'

Dia juga mengharapkan ke depan  Lampung untuk maju di bidang seni, karena Lampung memiliki potensi yang besar, motivasi dan integritas untuk memajukan seni.

“Siapa pun punya hak untuk mengembangkan seni. Hari ini saya senang, ada geliat kembali,” imbuh pembina Lamban Sastra Isbedy itu.

Sementara Kurator Pameran David mengatakan, pameran lukis yang dihelat dari tanggal 1 hingga 8 Oktober mendatang ini,  atas  kerja sama dan banntuan fasilitas kesenian yang ke 2 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Taman Bidaya Lampung dan Dewan Kesenian Tulangbawang Barat.

“Pameran lukis ini diikuti 38 perupa dan 42 karya,” jelas David.

Wakil Bupati Tulangbawang Barat, Fauzi Hasan, yang turut memajang 1 karya lukisnya meengatakan, banyak hal yang harus dilakukan dalam meningkatkan kehidupan kesenian di Lampung, khususnya di bidang lukis.

Baca Juga:  Nasib Politisi PAN Wahyu Lesmono Tunggu Putusan Zainudin Hasan

Dengan kesenian, kata dia, seseorang bisa berarti untuk orang lain. Seperti  pelukis, idealnya harus punya kader, artinya ilmu (melukis) seseorang harus ditularkan ke orang lain.

“Seperti tema pameran hari ini, pelukis harus mengambil celah, jangan hanya menunggu dipanggil,” ujar Ketua Dewan Kesenian Tubaba ini.

Diketahui, wajah lama masih mendominasi pameran perupa Lampung, diantaranya Pulung Swandaru, Helmy Azeharie, Dana E. Rachmat, Yen Joenaedi, Ayu Sasmita, Icon, Yulius Bermardi, Nurbaito, Koliman, S. Temon, Suyitno.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top