Politik

Wacana Pilkada 2024 dan Ancaman Covid-19

Ahmad Doli Kurnia, Ketua Komisi II DPR RI/DUM

Suluh.co – Pengamat Politik Universitas Lampung, Dedy Hermawan, berharap pemerintah berfikir jernih dan bijak dalam mensikapi fenomena yang terjadi saat ini dalam hal wacana pilkada serentak 2024.

Yaitu dengan mempertimbangkan segi keselamatan masyarakat karena pendemi Covid-19 yang belum juga tuntas.

Hal itu dilontarkannya terkait keriuhan pembahasan RUU Pemilu tentang tiga opsi pelaksanaan Pilkada. Yaitu, 2022, 2023, atau pada 2024.

“Maka dari itu lebih baik menunda terlebih dahulu untuk anggaran pemilu dan lebih baik menganggarkan kepada penanganan Covid-19,” kata Dedy Hermawan, Rabu (3/2).

Sementara, Ahmad Doli Kurnia, Ketua Komisi II DPR RI, mengaku akan membahas ini dalam waktu dekat.

Baca Juga:  Begini Sosok Arinal di Mata Fasni Bima

Sebab, dari sebagian fraksi banyak pandangan yang berbeda, seperti lebih baik menangani Covid-19 terlebih dahulu daripada membahas RUU Pemilu.

“Fraksi dari Partai Golkar juga menjelaskan untuk RUU Pemilu ini, didasari oleh inisiatif DPR. Dimana semua fraksi harus terlibat dan tidak boleh beda pandangan. Dan untuk fraksi yang berbeda pandangan maka akan di musyawarahkan lagi di dalam rapat,” jelas Ahmad Doli Kurnia.

Ditempat yang sama, Ketua Komisi I DPRD Lampung, Yozi Rizal, mengatakan, jika pemilu dan pilkada di adakan pada tahun 2024 bersama dengan pilpres, maka akan ada sebuah problem baru.

Seperti yang terjadi pada pileg, pilpres dan DPD, sudah memakan korban jiwa sebesar 894 petugas KPPS meninggal dunia.

Baca Juga:  Ketua DKPP RI : Bawaslu Punya Kapasitas Tangani Status Ganda Ali Rahman  

“Fraksi dari partai demokrat menyetujui gagasan jika pilkada di tahun 2022 dan 2023,” kata Yozi Rizal.

Diketahui, draf sementara RUU Nomor 7 Tahun 2017, tentang pemilu menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir.

Salah satunya terkait ketentuan pelaksanaan pilkada serentak, walaupun dari 9 fraksi terdapat 6 fraksi menginginkan pilkada di tahun 2024 dan 3 fraksi di tahun 2022.

 

Reporter : M Yunus Kedum

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top