Daerah

Virtual, Ki Danang Beri Pagelaran Wayang “Banyu Suci Perwirasari”

Ki Danang Wahyu Nugroho, dalang muda asal Desa Purbowono, Kaligesing Purworejo/MAS

Suluh.co – Dalam rangkaian kegiatan Nyengkuyung Miline Banyu Dusun Munggangkemis Purbowono, Ki Danang Wahyu Nugroho memberikan persembahan pagelaran wayang di SMK PN & PN 2 Purworejo secara virtual melalui akun YouTube Kadang Wanuh Kandang Ki Danang Wahyu Nugroho, Minggu (24/10).

Danang menceritakan, tentang cerita Dewa Ruci, Banyu Suci Perwitasari.

Dimana Bratasena atau Werkudara adalah salah satu dari ke lima bersaudara yang disebut dengan Pandawa.

Suatu hari, Bratasena termenung mengingat pertemuannya dengan Pandita Durna yang ia anggap sebagai guru sejati. Dalam pertemuan itu, Resi Drona menyuruh/memberikan saran kepada Bratasena untuk mencari Kayu Gung Susuhing Angin yang berada di gunung Reksamuka/Candramuka, sebagai syarat agar Bratasena dapat menerima wejangan Ilmu Kasampurnan.

Tidak lama kemudian, Bratasena langsung berangkat melaksanakan perintah Pandita Durna.

Di Gunung Reksamuka, Bratasena memporak porandakan hutan untuk mencari Kayu Gung Susuhing Angin Tiba tiba ia dihadang oleh dua raksasa, kemudian mereka berperang, dan pada akhirnya kedua raksasa itu berubah wujud menjadi Batara Indra dan Batara Bayu.

Baca Juga:  Power Point Interaktif dalam Pembelajaran IPA SD

Kedua Bathara itupun mengucapkan terima kasih kepada Bratasena.

Bratasena bertanya kepada kedua raksasa itu, apa maksud dari ucapan terima kasih tersebut, kemudian kedua raksasa itu menjawab bahwa itu hanya sebagai perumpamaan bahwa, sesuatu yang jahat dapat dikalahkan oleh ketulusan hati dan beribadah/doa. Sebagai tanda terima kasih, Bratasena dihadiahi sebuah cincin yang bernama Sesotya Mustika Manik Candrama atau Sesupe Druwendra.

Cincin tersebut dapat digunakan untuk bekal mengarungi dasar samudra yang dalam dan luas. Kemudian Bratasena kembali pulang untuk bertanya lagi kepada gurunya.

Selanjutnya, Bratasena kembali kepada gurunya yaitu Resi Drona. Bratasena menceritakan bahwa ia bertemu dengan Batara Indra  dan Batara Bayu dan diberi cincin Sesotya Manik Candrama, Bratasena pun menanyakan kembali apa ilmu kesempurnaan, kemudian Drona menjawab dan mengatakan bahwa, masih ada persyaratan yang harus dipenuhi untuk mencari ilmu kesempurnaan tersebut.

Resi Drona memerintahkan supaya mencari Banyu Suci Perwitasari yang berada di dalam samudra Minangkalbu. Bratasena pun langsung berangkat melaksanakan perintah gurunya itu.

Baca Juga:  The Trip Band Hardcore asal Purworejo

Di tengah perjalanan, Bratasena dihadang oleh Anoman, dan menyarankan supaya Bratasena kembali pulang. Dengan tekad yang kuat, Bratasenapun tidak mau disuruh pulang, hingga akhirnya Bratasena tetap melanjutkan perjalanan untuk mencari Banyu Suci Perwitasari.

Singkat cerita, sampailah Bratasena di tepi samudra yang sangat luas. Bratasena menyelam ke dasar laut mencari Banyu Suci Perwitasari.

Sebelum sampai ke dasar laut, ia bertemu dengan ular yang disebut dengan ular Nagaraja. Bratasena pun bertarung dengan ular tersebut. Ular tersebut dapat dimusnahkan dan menjelma menjadi Porong Dhapur Nagaraja.

Tak lama kemudian muncul lah Dewa Ruci memberitahukan kepada Bratasena bahwa dirinya telah mampu menahan hawa nafsunya. Ditandai dengan dimenangkannya Bratasena pada saat bertemu dengan ular yang menyerangnya.

Setelah itu, menyembahnya Bratasena kepada Dewa Ruci, Bratasena bertanya bagaimana jalan menuju kesempurnaan dan kebahagiaan yang abadi itu. Maka disuruhlah Bratasena masuk kedalam tubuh Dewa Ruci. Dan di dalam tubuh Dewa Ruci, Bratasena mendapat wejangan-wejangan dari Dewa Ruci.

Setelah Bratasena keluar dari badan Dewa Ruci, Dewa Ruci memberikan busana-busana kepada Bratasena diantaranya Gelung Minangkara, Pupuk Mas Rineka Jaroting Asem, Gelang Candrakirana, Kampuh poleng, dan Kekendhit Nagabanda. Kemudian, Dewa Ruci masuk ke tubuh Bratasena dan Bratasena pun kembali ke daratan dengan selamat.

Baca Juga:  Kinerja Presiden dan Gubernur Ridho di Bidang Pertanian Diapresiasi SPI

Di tepi laut, adik Bratasena yaitu Permadi dan Panakawannya yang berharap Bratasena masih hidup, menanti kedatangan Bratasena. Tidak lama kemudian Bratasena pun datang menghampiri Permadi dengan selamat. Bratasena pun masih teringat dengan Pandita Durna yang menjadi perantara ia dapat mendapat wejangan Ilmu Kasampurnan. Ia pun mencari Pandita Durna dan berterimakasih kepada gurunya tersebut.

 

Reporter : Mahestya Andi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top