Nasional

Usung Djarot di Pilgub 2018, Megawati Dikecam Tokoh Sumatera Utara

Ist

Pekanbaru – Keputusan PDI-Perjuangan Mengusung Djarot Saiful Hidayat, dalam Kontestasi Pemilihan Gubernur Provinsi Sumatera Utara diprediksi tidak akan membuahkan hasil yang baik.

Tokoh asal Provinsi Sumatera Utara yang juga dikenal Publik sebagai Pendiri Indonesia Police Watch (IPW), Neta Pane, menjadi salah satu yang cukup keras menanggapi manuver Partai Banteng Gemuk itu.

Neta Pane yang berpengalaman sebagai Redaktur Pelaksana di sejumlah Media Massa Politik di Jakarta selama lebih dari satu dekade, terang-terangan mengatakan bahwa PDIP dan Ketua Umumnya, Megawati Soekarnoputri, sudah Menghina Masyarakat Sumut.

“Akibat ketidakmampuannya dalam Membangun Kader kepemimpinan PDI-Perjuangan di Provinsi Sumatera Utara, Megawati sudah terang-terangan menghina masyarakat Sumut,” kritik Neta, lewat pernyataan tertulisnya, Jumat (5/1).

Alasannya , bahwa hal itu adalah karena sejak dulu Sumut merupakan gudang kader dan calon pemimpin bangsa. Ditambah banyak tokoh pers, pejuang dan pemimpin politik yang dilahirkan Sumut.

Baca Juga:  Raja Skala Brak Serukan Dukung Ridho Bachtiar

Ia menyebut, bahwa salah Tokoh yang dimaksud adalah Adam Malik yang pernah menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia. Saat ini pun ia memandang banyak tokoh muda Sumut yang potensial, seperti Walikota Pematangsiantar, dan lain sebagainya.

“PDI-Perjuangan pun banyak anak-anak Sumut yang potensial untuk jadi tokoh nasional. Kenapa partai berlambang banteng moncong putih dan Megawati Soekarno Putri tidak melihat kenyataan ini dan tidak memberi kesempatan pada kader-kadernya di Sumut untuk menjadi Cagub. Apakah karena kurang peka dan tidak peduli dengan Sumut atau sengaja mau menghina warga Sumut,” ujar Ketua Presidium IPW tersebut.

Ia mempertanyakan, terkait dengan penunjukan Djarot yang sudah “Afkir” alias ditolak oleh Warga DKI Jakarta pada Pilgub 2017 lalu. Baginya, itu adalah kecerobohan luar biasa yang dilakukan oleh partaj sekelas PDI-Perjuangan selaku partai pemenang pemilu tahun 2014.

Baca Juga:  TPS 01 Sukajawa, Suara Arinal Terendah

Neta pun Menganalisa sejak nama Djarot muncul beberapa waktu terakhir. Ia berani memastikan Djarot akan “Keok”.

Selain dukungan suara PDI-Perjuangan yang tidak memadai untuk Djarot, ia mengungkit istilah dalam Budaya Politik Jawa yaitu  “Jago Pedotan”. Yaitu, Ayam Jago yang sudah kalah dalam aduan langsung dibawa ke kedai gudeg untuk disayur sebab kalau diadu lagi pasti akan kalah juga.

Di kompetisi politik Nasional, sudah banyak tokoh yang kalah dalam pemilihan dan terjatuh lagi karena mencoba berlaga untuk kedua kali. Salah satu yang merasakan Stigma “Jago Pedotan” adalah Megawati sendiri.

“Fenomena ini sepertinya juga akan dialami Djarot. Jika itu terjadi, saya memprediksi dampaknya adalah perolehan suara PDI-Perjuangan di Sumut pada pemilu 2019,” tambahnya.

Baca Juga:  Tiga Cagub Lampung Gugat Politik Uang Arinal-Nunik

Dalam hal ini Neta Pane berharap, warga Sumut bisa menyadari bahwa masih banyak Tokoh yang berkualitas di daerah mereka dan karena itulah Provinsi Sumut tidak butuh figur “Afkiran”.(KD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top