Iklan
Daerah

Usaha Ternak Ayam di Pekon Purwodadi Dicibir Warga

Ternak ayam Ras. (Ayam telur), di Pekon Purwodadi, Dusun Kampung Sawah/SB

TANGGAMUS – Masyarakat Pekon Purwodadi, Dusun 2 B, Kampung Sawah Gisting, mengeluhkan adanya kandang ayam ras (ayam telur), yang tepat berada di depan Kantor Camat Gisting.

Yosep (40), warga Purwodadi, menuturkan, keberadaan kandang ayam telur ini sangat menggangu lingkungannya. Tanpa bermaksud menghalangi niat usaha pemilik ayam, namun warga mempermasalahkan lokasinya yang tepat di tengah lingkungan masyarakat.

“Kalau mau usaha ayam, coba untuk menjauhi dari lingkungan masyarakat. Soalnya bau busuk menyengat ditambah lagi hewan seperti lalat dan semut kalau sudah sore makin banyak,” ungkap Yosep, Minggu (22/7).

Hal senada juga dikatakan oleh Sanusi (70), yang kediamannya tepat berada disamping kandang ayam tersebut. Dirinya mengaku, kandang ayam itu sangat mengganggu, terlebih jika musim hujan dan angin kencang.

Baca Juga:  Diklat Revolusi Mental di Lambar Bentuk Pola Pikir ASN

“Aromanya itu, bisa-bisa mati mendadak saya dibuatnya,” sesal Sanusi.

Dirinya juga tidak bermaksud menghalangi usaha orang lain. Seyogyanya bila ingin usaha ternak ayam jangan terlalu dekat dengan pemukiman warga.

“Dulu (pemilik ternak) pernah disidangkan dengan Pemerintah Tanggamus, tapi hasilnya mengecewakan warga lingkungan ini. Informasi yang saya dapat pemilik masih berkerabat dengan Bupati Samsul Hadi,” tukasnya.

“Kami tau kalau pemilik ayam telur ini orang berpendidikan, seorang kepala sekolah tapi akalnya kenapa nggak dipakai,” tegasnya.

Ketika dikonfirmasi, pemilik ternak ayam telur tersebut tak dapat ditemui, hanya ada karyawan dan penjaga ayam telur.

Harmono (50), selaku penjaga, mengaku, baru satu tahun bekerja untuk mengurusi ayam telur.

Baca Juga:  Masyarakat Tanggamus Gelar Aksi Usut Tuntas Pelanggaran Politik Uang

“Jumlah ayam yang ada saat ini lebih kurang ada 800 ekor, kalau bertelur kisaran 700 butir perhari. Kandang ayam ini juga sudah dua tahun lamanya,” pungkasnya.(SB/CD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top