Modus

Urus Pencairan DAK Senilai Rp60 Miliar, Bupati Lampura Setor Rp2,5 Miliar ke PKB

kemeja biru-Syahbudin selaku eks Kadis PUPR Lampung Utara/FS

BANDAR LAMPUNG – Berdasarkan perintah dari Bupati Lampung Utara non aktif Agung Ilmu Mangkunegara, Syahbudin dan Desyadi pergi menemui Musa Zainudin pada tahun 2016. Saat itu Musa Zainudin adalah Ketua PKB Lampung juga Anggota Komisi V DPR-RI periode 2014-2019. Syahbudin adalah Kadis PUPR Lampung Utara dan Desyadi adalah Kepala BPKAD Lampung Utara.

Tujuan dari perintah itu untuk membicarakan lobi-lobi urusan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari Pemerintah Pusat. Sebab, jika tidak dilakukan lobi-lobi, maka nilai DAK yang turun ke Pemkab Lampung Utara tidak besar.

“Saya dengan Desyadi diperintah bupati Agung Ilmu Mangkunegara untuk menemui Ketua PKB Lampung, Musa Zainudin. Pembicaraan mengenai DAK. Waktu itu tahun 2016 untuk realisasi DAK di tahun 2017. Kata beliau (Musa Zainudin), ada anggaran Rp60 miliar. Harus dilobi, kalau nggak ngurus, yang turun hanya sekitar Rp20 miliar,” ungkap Syahbudin, saat menjadi saksi dalam sidang kasus korupsi di Pemkab Lampung Utara, di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Senin (13/1).

Baca Juga:  Dua Pencuri Spesialis Kendaraan Berhasil Diamankan Aparat

Syahbudin menjelaskan, ada kesepakatan yang harus diamini dari lobi-lobi DAK melalui Musa Zainudin tersebut.

Menurut dia, ada komitmen fee. Singkatnya, DAK yang dijanjikan Musa Zainudin terrealisasi. Sehingganya, Syahbudin diperintah Agung Ilmu Mangkunegara untuk memberikan uang senilai Rp2,5 miliar kepada Musa Zainudin.

“Saya dan Desyadi yang antarkan uang itu ke beliau (Musa Zainudin),” terangnya.(RDO/FS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top