Daerah

UPTD Wilayah IV Laporkan Oknum Guru ke Disdik Provinsi

Sub Bagian Khoiri, mewakili Kepala UPTD Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Wilayah IV/Lis

LAMPUNGUTARA – SMK Negeri 1 Kotabumi Lampung Utara telah memberikan sanksi kepada oknum guru yang melakukan penguntingan dan penyobekan baju siswinya karena dianggap kurang panjang.

Hal itu dilakukan, UPTD Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Wilayah IV Lampung, dengan melakukan pengecekan dan melaporkan kejadian itu kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Lampung.

Sub Bagian Khoiri, mewakili Kepala UPTD Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Wilayah IV, yang mencakup Kabupaten Lampung Utara, Way Kanan, Lampung Barat, Mat Soleh, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari pihak keluarga siswi (korban) dan menerima kunjungan konfirmasi dari awak media tentang informasi tindakan tegas oknum guru di SMKN 1 Kotabumi yang dinilai berlebihan dalam menegaskan peraturan di sekokah itu akan diproses sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga:  Pemprov Komit Kembangkan Bahasa dan Aksara Lampung Berkelanjutan

“Karena apapun bentuknya sanksi tegas itu musti melalui proses dan koordinasi dengan keluarga siswa tidak secepatnya melakukan tindakan, apa lagi sampai menyobekan baju seperti itu,” kata Khoiri, ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, di Jalan Sukarno Hatta Kota Bumi, Jumat (12/1).

Untuk lebih jauh, lanjutnya, karena Kepala UPTD sedang berada di Kota Bandarlampung dia menyatakan telah melakukan koordinasi dan segera disampaikan secara langsung dengan bagian SMK di Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.

“Kepala UPTD sekarang lagi di luar kota dan beliau punsudah tahu tentang masalah ini, mungkin secara lisan akan beliau sampaikan dengan yang membidangi di Dinas Pendidikan Provinsi,” ujarnya.

Ditegaskannya, apapun sanksi yang diberikan oleh pendidik di sekolah itu akan dimulai dengan koordinasi ke pihak keluarga terutama wali siswa. Pasalnya, surat panggilan yang ditunjukan pihak keluarga sekedar baru disampaikan kepada pihak sekolah setelah kejadian.

Baca Juga:  Pelaku Usaha dan Ormas Diminta Ikut Mendukung Germas

“Ini merupakan bukti bahwa garis koordinasi dengan tindakan tidak sesuai,” ucapnya,

Kata dia, dengan adanya surat panggilan tersebut sudah jelas orang tua korban tidak akan mengahadiri panggilan itu karena peristiwa sudah terjadi dan baru ada pemberitahuan.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Utara, Syaiful Nawas, mengatakan, bahwa untuk masalah pendidikan SMA dan SMK, bisa langsung melakukan koordinasi dengan bagian UPTD Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, di Lampung Utara.

“Kalau SMK koordinasinya ke UPTD SMA/SMK. Kantornya di SMAN 3 Kotabumi,” tandasnya.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top