Modus

Untung 600 Ribu dari Jual ABG, Umar Divonis 4 Tahun Kurungan Penjara

Tindak pidana perdagangan orang sebagai pekerja seks komersial/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Seorang pemuda asal Pringsewu, dihadirkan sebagai terdakwa dalam sidang putusan perkara perdagangan orang, dengan vonis yang dijatuhkan kepadanya pidana penjara  4 tahun dan diwajibkan membayar denda sebesar Rp200 juta.

Juli Adi Umar, Dihadirkan di ruang Ali Said, Gedung Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjung Karang Bandar Lampung, untuk mendengarkan pembacaan putusan dari majelis hakim kepada dirinya. Lantaran ia telah melakukan tindak pidana perdagangan orang yang ia pasarkan sebagai pekerja seks komersial.

Diketahui dalam dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Anak Kurniasih, pada sidang sebelumnya, pria 28 tahun ini, didakwa telah melanggar pasal 2 ayat 1 Undang Undang RI, Nomor 21 tahun 2007, yang mengatur tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang.

Baca Juga:  Dosen Unila Ini Tetap Membantah Melakukan Tindakan Asusila ke Mahasiswinya 

Terdakwa tertangkap tangan, saat dirinya  yang berperan sebagai mucikari, menjual dua ABG (anak baru gede) sebagai pekerja seks komersial, yang ia pasarkan melalui aplikasi WhatsApp kepada pelanggannya dengan tarif yang ditawarkan olehnya sebesar Rp1,7 juta.

“Menjatuhkan vonis hukuman kepadanya dengan hukuman 4 tahun kurungan penjara dan denda Rp200 juta, dengan subsidair pidana penjara selama 4 bulan lamanya,” kata Hakim Ketua Nirmala Dewita, Senin (11/2).

Sementara itu, pemuda yang biasa disapa Juna ini, mengaku mendapatkan keuntungan sebesar Rp600 ribu, dari setiap gadis yang ia jajakan kepada pria hidung belang langganannya, yang ia gunakan untuk menafkahi keluarganya dan memenuhi kebutuhannya setiap hari.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top