Pendidikan

Unila Optimalisasi Penggunaan Website Kerja

BPHM Universitas Lampung/LS

BANDARLAMPUNG – Universitas Lampung (Unila) melalui Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat (BPHM) mulai mengoptimasi seluruh website unit kerja yang ada di lingkungan rektorat maupun fakultas.

Mendata keaktifan seluruh website di setiap unit kerja menjadi agenda awal program peningkatan rangking webometric. Acara berlangsung di ruang sidang lantai IV Gedung Rektorat.

Kepala BPHM Harsono Sucipto, mengatakan rapat koordinasi pengelola website ini tidak hanya mengevaluasi keaktifan, namun menekankan kembali sejauh mana komitmen para pengelola website.

“Kami akan melaksanakan tugas tambahan yang diamanahkan yakni memberi layanan publik dan layanan informasi publik. Kedua item tersebut merupakan dua hal berbeda yang diatur dalam payung hukum tersendiri,” ujar, mantan Kepala BAK Unila

Baca Juga:  KSP Bedah Program Infrastruktur Nasional di Lampung

Oleh karena itu, sambungnya, beban kerja para pengelola website lumayan berat karena akan mewakili unit kerja masing-masing menyampaikan kedua item tersebut melalui sistem yang sudah dibangun.  “Jangan sampai informasi jadi menyimpang, bahkan keterlambatan informasi saja bisa jadi fatal. Maka butuh koordinasi supaya tidak mis,” tegasnya.

Sementara, Kepala bagian Informasi dan Humas Sopiana, menambahkan, butuh komitmen besar para pengelola website menunjukkan kinerja pimpinan secara online, baik layanan publik yang berkaitan dengan dokumen tertulis maupun tidak tertulis.

“Kita sangat membutuhkan sinergi seluruh unit kerja untuk membangun Unila melalui tiga hal, yakni penyampaian informasi yang akan dipublis melalui PPID, peningkatan webometric, dan kekayaan konten yang ada di website seluruh unit kerja,” paparnya.

Baca Juga:  President Of SEAAN Apresiasi Pembangunan Observatorium Terbesar Oleh Gubernur Ridho

Berkaitan dengan hal itu, Web Developer Unila Harno,menjelaskan, parameter yang digunakan dalam webometric 100 persen berkiblat pada google. Oleh karena itu perlu ada keseragaman domain agar lebih mudah diindeks oleh mesin pencari google.

“Website juga harus mobile friendly, sementara di sejumlah unit kerja masih ada beberapa web yang belum mobile friendly,” terangnya.

Parameter lain, kata Harno, berkaitan dengan kekayaan konten yang teridentifikasi di website. Produktivitas konten pada setiap unit mungkin saja berbeda karena memiliki produk-produk yang tidak sama sehingga kemungkinan tingkat produksi konten pun berbeda.

“Yang terpenting bagaimana mengupayakan agar konten terindeks google dan pastikan website tidak menemukan sesuatu yang erorr,” pungkasnya.(DR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top