Panggung

Unila Meriahkan Temu Musik Melayu

Temu Musik Melayu/Net

SUMATERA BARAT – Program Studi Pendidikan Musik Universitas Lampung(Unila) mengikuti Temu Musik Melayu, di Jurusan Karawitan, Institut Seni Indonesia, Padang Panjang, Sumatera Barat, pada  17 hingga 18 Oktober 2018, lalu.

Ketua Program Studi Pendidikan Musik Unila, Hasyimkan, mengatakan pada event tersebut tuan rumah mengundang beberapa kelompok kesenian di wilayah Sumatera yang mempunyai kekuatan terhadap seni rumpun melayu.

Selain itu ada pula pengisi acara yang melakukan pertunjukan meliputi Singapura (Nadi Siangpura LTD), Bengkulu (Nyokola Belungguk), Sumatera Utara (Gendang Kampung Perkusi), Lampung (Sang Bumi Lampung), dan perwakilan tiap tiap Kabupaten/Kota dari Sumatera Barat (Katumbak, Lubuak Nan Tigo, Gaung Marawa, Tonic Sarunai, Legusa, dan lain-lain).

Khusus untuk Prodi Pendidikan Musik Unila yang pada saat itu melakukan ekspansi Kebudayaan (Temu Musik Melayu), diberikan mandat oleh kaprodi untuk memimpin kegiatan tersebut Yakni Erizal Barnawi, M.Sn selaku dosen ahli dan konsen di bidang Musik Tradisional Lampung.

Baca Juga:  25 Juli 2019, Penandatanganan Kajian dan Deklarasi DKI Lampung di UIN Raden Intan

Selain itu, perwakilan kelompok Sang Bumi Lampung, meliputi Pemusik-Pemusik yang dari dosen dan mahasiswanya sendiri yakni personilnya berjumlah tujuh (7) Orang yakni; Prisma Tejapermana, S. Sn, M. Pd (instrumen Gamolan dan Gitar Elektrik), Uswatul Hakim, M.Pd (Instrumen Akordion dan Rebana), Bian Pamungkas, M.Sn (Instrumen Bass), Erizal Barnawi, M.Sn (Instrumen Gambus, Gamolan, dan Rebana), Septian Dwi Putra (Perkusi), Tasya Ananda (Vocal, dan Piano), dan Diva Alycia Taracehan (Vocal dan Gamolan).

Kelompok Sang Bumi Lampung yang pentas di acara Temu Musik Melayu membawakan dua (2) karya, yakni yang pertama berjudul “Anjak Bedana” dan yang kedua Berjudul “Gamolan Sakti”. Karya pertama Anjak Bedana teridiomkan dari Bedana Olok Gading yang di aransemen untuk digunakan sebagai wadah pembuatan karya.

Baca Juga:  Karomani Siap Maju di Pemilihan Rektor Unila

Pada isi materi Anjak Bedana terdapat beberapa bagian karya, yakni Awalan yang di sebut dengan Takzim, tengahan yang di sebut dengan Isei Beteng, dan akhiran yang disebut dengan Uluw.

Suasana irama Anjak Bedana yang jelas bernuasa melayu Lampung ini terinspirasi dari riangnya Bujang-Bujang dan Gadis-Gadis saat melakukan interaksi dalam bentuk gerakan maupun komunikasi.

Selanjutnya karya yang kedua yakni Gamolan Sakti, Karya ini sebenarnya sudah ada penciptanya Yakni Bapak Hasyimkan, akan tetapi oleh kelompok Sang Bumi Lampung di aransemen ulang dan dibawakan dalam bentuk suasana Melayu.

Akhirnya, tujuan dalam melakukan pementasan ini ialah tidak hanya untuk menjalin silaturahmi antar akademisi seni,  melainkan mempresentasikan hasil karya musik tradisional Lampung, dan tetap menjaga, melestarikan, dan mempertahankan Budaya Lokal Setempat melalui Prodi Pendidikan Musik Unila yang selalui digencarkan tidak hanya tingkat Local, Nasional, Maupun Internasional.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top