Pendidikan

UM Purworejo Lahirkan  Generasi Zero Waste Ranger Melalui “Edu Farming Park” di MA Nurul Waahid

PURWOREJO – Edukasi mengenai dampak sampah plastik sejak dini merupakan salah satu cara untuk melahirkan generasi zero waste ranger. Zero waste atau bebas sampah adalah sebuah konsep yang mengajak kita untuk menggunakan produk sekali pakai dengan lebih bijak untuk mengurangi jumlah dan dampak buruk dari sampah.

Pemberian pemahaman tentang sampah sudah sewajibnya dilakukan sejak dini. Hal itu merupakan suatu bentuk upaya awal pencegahan terhadap kerusakan lingkungan. Langkah preventif dapat dilakukan di sekolah.

Suatu langkah alternatif yang bisa sangat efektif dalam pemberian pemahaman tentang bahaya sampah jika berada di lingkungan pemukiman manusia.

Sarana dalam pemberian pemahaman sampah kepada siswa sangatlah beragam. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Pengabdian Masyarakat pendanaan Tahun 2020 meluncurkan program “Edu Farming Park”.

Baca Juga:  Teater Surya UM Purworejo dan Bawaslu, Pentaskan "The Box" Corong Pengawasan

Program tersebut adalah salah satu bentuk pembelajaran untuk peduli sampah serta menggali minat siswa (generasi muda) untuk terjun di bidang pertanian. Sampah  botol plastik dapat dikurangi dengan beberapa cara diantaranya yaitu dengan ecobrick.

Metode ini untuk meminimalisir sampah dengan media botol plastik yang diisi penuh dengan sampah anorganik (sampah yang tak dapat diuraikan atau membutuhkan waktu lama untuk terurai) hingga benar-benar keras dan padat. Ecobrick dapat ditingkatkan fungsinya untuk dibuat taman edukasi pertanian (Edu Farming Park).

Program (Edu Farming Park) mulai dikenalkan kepada siswa-siswi (santri) Madrasah Aliyah (MA) Nuurul Wahid desa Krandegan kecamatan Bayan kabupaten Purworejo. Lingkungan MA Nuurul Wahid belum ada yang mengolah sampah yang ada menjadi sesuatu yang bermanfaat. Sampai saat ini sampah masih menjadi permasalahan yang belum terpecahkan.

Baca Juga:  Festival Fransiskus Bandar Lampung Choral Cetak Generasi Berbakat di Bidang Paduan Suara

Santri masih mempunyai budaya membuang sampah sembarangan. Volume sampah cenderung terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan pemukiman lingkungan sekitar serta keterbatasan lahan untuk pembuangan akhir.

“Kami mempunyai program (Edu Farming Park) ini dengan harapan akan memberikan pengetahuan baru dan keterampilan mengenai budidaya sayuran dengan veltikultur sistem melalui pemanfaatkan botol plastik sebagai media tanam dan pembuatan ecobrick untuk membuat taman. Manfaat ekologis dengan diterapkannya program ini yaitu turut berkontribusi dalam meningkatkan proporsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) lingkungan sekolah” ujar Anita Sari, salah satu penggerak program ini.

Selain memberikan kontribusi penyelamatan lingkungan melalui pengelolaan sampah, juga dapat menghasilkan O2 untuk meningkatkan kualitas lingkungan, bahkan lebih jauh lagi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sayuran sehari-hari bagi santri.(Mahestya Andi)

Baca Juga:  100 Mahasiswa UM Purworejo Raih Predikat Cumlaude, Prodi Pendidikan Matematika Catat IPK Tertinggi
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top