Iklan
Panggung

Ukawangi ITB Akan Pentaskan Prabu Tawang Alun

Unit Kebudayaan Banyuwangi Institut Teknologi Bandung (Ukawangi ITB) akan mementaskan Pagelaran ‘Sewu Kelir Blambangan’, Minggu (3/2) mendatang/LS

BANDUNG – Unit Kebudayaan Banyuwangi Institut Teknologi Bandung (Ukawangi ITB) akan mementaskan Pagelaran ‘Sewu Kelir Blambangan’, Minggu (3/2) mendatang. Rencananya, kegiatan ini akan dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Kepala Bidang Pemasaran Area I Kemenpar Wawan Gunawan mengatakan, pagelaran Sewu Kelir Blambangan akan mengaangkat tajuk ‘Prabu Tawang Alun’. Kegiatan ini akan menampilkan seni, drama, dan tari budaya Banyuwangi. Meski berlatar belakang budaya, namun acara akan dikemas modern dengan esensi kalangan muda.

“Pagelaran ini akan menyajikan kisah Prabu Tawang Alun dan kesaktiannya dalam bentuk drama serta tarian. Pagelaran tersebut akan dikemas menjadi pertunjukan megah dan memesona yang dapat menunjukkan kekayaan seni budaya Banyuwangi,” ujar Wawan, Rabu (30/1).

Baca Juga:  Peduli Wisata, Kementerian Pariwisata dan Kalbe Bersih-Bersih Bromo

Secara garis besar, pagelaran ini terdiri dari Sendratari Prabu Tawang Alun. Sendratari Prabu Tawang Alun sendiri merupakan drama dan tarian yang menceritakan sejarah seorang tokoh bernama Prabu Tawang Alun dan macan putihnya. Tarian pembuka disajikan Tari Gandrung dan ditutup dengan menyanyikan lagu Umbul-Umbul Belambangan oleh semua pemain.

Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Adella Raung menambahkan, tujuan dari acara ini adalah mempromosikan budaya dan kesenian Indonesia, khususnya Banyuwangi. Ini juga dapat menjadi ajang pertemuan pecinta pariwisata dan seni budaya Indonesia. Selain itu, pagelaran Sewu Kelir Blambangan sekaligus sebagai wadah pengenalan budaya Banyuwangi ke massa kampus ITB dan masyarakat sekitar. Termasuk akulturasi dan pencerdasan wawasan budaya Indonesia kepada masyarakat Internasional.

Baca Juga:  Wow, Indonesia Peringkat 4 Negara Paling Instagramable di Dunia

“Sasaran kegiatan ini adalah mahasiswa ITB, Diaspora Banyuwangi dan Ikawangi. Melalui pagelaran ini, diharapkan masyarakat lebih mencintai keberagaman budaya bangsa, serta dapat meningkatkan pariwisata Indonesia di dunia internasional,” ucapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, kebudayaan Banyuwangi merupakan salah satu dari aneka ragam daya tarik pariwisata yang dimiliki Indonesia. Banyuwangi merupakan daerah di ujung Pulau Jawa yang menjelma menjadi salah satu daerah dengan indeks pariwisata terbaik.

“Selain wisata alam, Banyuwangi juga menyimpan segudang potensi wisata seni dan budaya. Salah satu kebudayaan yang khas dari Banyuwangi adalah kebudayaan suku aslinya yakni Suku Osing. Berbagai jenis kesenian seperti musik, sastra, tari dan bahasa dimiliki oleh Banyuwangi,” jelasnya.

Baca Juga:  Hendri Std Luncurkan Novel Kawan Lama

Menpar Arief kembali menegaskan, 60 persen wisatawan datang ke Indonesia karena kultur atau budaya. Selebihnya, 35 persen karena alam dan 5 persen karena faktor buatan. Seperti meeting, incentive, conference, danexhibition (MICE), wisata olahraga, dan hiburan.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top