Ekonomi

Turun 12,75%, Pemudik Pengguna Sepeda Motor Angkutan Lebaran 2019

Ilustrasi pemudik pengguna kendaraan sepeda motor. Foto: Net | genpi.co

JAKARTA – Selama masa angkutan Lebaran 2019/1440 H, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat terjadi penurunan tingkat penggunaan kendaraan sepeda motor. Sisi lain, Kemenhub juga memprediksi pada musim serupa tahun-tahun mendatang, penaikan masif angkutan individu juga masih akan menjadi kecenderungan.

Dari realisasi total penumpang yang melakukan perjalanan mudik Angkutan Lebaran 2019 pada periode H-7 (29 Mei 2019) sampai dengan H+7 (13 Juni 2019), total sementara hingga Jum’at 14 Juni 2019 pukul 07.00.WIB, tercatat 1.378.574 diantaranya adalah pemudik pengguna sepeda motor.

Angka tersebut, turun sebesar 12,75 persen dibandingkan tahun 2018 lalu, 1.580.016 sepeda motor.

Baca Juga:  Honda Genio Resmi Mengaspal di Lampung

Demikian disampaikan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam sambutan saat menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada Apel Penutupan Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Tahun 2019/1440 H, di Jakarta, Jum’at (14/6).

“Ini suatu hasil yang baik dari himbauan-himbauan yang sudah kita lakukan,” ungkap Menteri, seperti tertuang dalam keterangan pers yang diterima redaksi Jum’at malam.

Evaluasi

Lebih lanjut Menhub mengungkapkan, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait pelaksanaan angkutan Lebaran tahun ini, untuk menjadi perbaikan pada pelaksanaan angkutan Lebaran pada tahun selanjutnya.

Beberapa hal yang akan diusulkan antara lain lebih mengintensifkan angkutan massal baik moda darat, laut, udara dan kereta api untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, kemudian pengaturan waktu cuti yang sama panjang pada saat arus mudik dan arus balik, serta pemberian THR (Tunjangan Hari Raya) Keagamaan Idul Fitri yang lebih awal.

Baca Juga:  Pertamina Siaga Bakal Manjakan Pemudik di Ruas Tol Fungsional Terbanggi Besar Hingga Kayu Agung

“Ke depan kita memang masih banyak tugas dan harus kita koordinasikan dengan baik. Katakan, kita harus mengatur waktu cuti yang sama panjangnya antara arus mudik dan arus balik. Kita harus mengusulkan pemberian THR lebih awal dan kita juga memberikan usulan-usulan kepada stakeholder yang lain agar kebijakan menjadi lebih baik,” papar ia.

Intinya adalah, mantan Dirut PT. Jakarta Propertindo (2004-2013), BUMD Pemprov DKI Jakarta yang masa dipimpinnya sukses membangun proyek revitalisasi taman kota Waduk Pluit dan Waduk Ria-Rio, penyelesaian rusunawa/rumah susun sederhana sewa Marunda serta Electronic Road Pricing/ERP ini memprediksi, ke depan, ada kecenderungan penggunaan angkutan individu yang lebih masif.

“Oleh karenanya, menjadi relevan apabila kita mengintensifkan angkutan massal baik itu angkutan darat, laut, udara dan kereta api,” tutupnya.(LS/Muzzamil)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top