Bandar Lampung

Tuntutan Fasum & Fassos Warga Perumahan Lamban Bhayangkara Bandar Lampung Dipenuhi Pengembang

Tuntutan Fasum & Fassos Warga Perumahan Lamban Bhayangkara Bandar Lampung Dipenuhi Pengembang/Istimewa

Suluh.co – Perjuangan warga Lamban Bhayangkara Sukadanaham, Tanjungkarang Barat, akhirnya menemui titik terang, setelah pertemuan yang dilakukan antara warga dengan pengembang, PT Sinar Dika Abadi pada Jumat (15/10/2021) kemarin.

Pertemuan tersebut menyepakati beberapa hal terkait penyediaan fasilitas umum dan fasilitas sosial di Perumahan Lamban Bhayangkara.

Diantaranya; pihak pengembang akan mengupayakan secepatnya relokasi rumah yang berdiri diatas titik sumur sumber mata air yang lama, yang telah rusak. Sehingga fasum sumber air bersih warga tidak berada diatas sertifikat tanah milik warga lain.

Jika upaya tersebut diatas tidak berhasil, pihak pengembang akan mengupayakan pengeboran lokasi sumber air bersih lainnya dalam lingkungan perumahan dengan biaya ditanggung bersama, 50%  warga dan 50% pengembang.

Pihak pengembang juga akan menghibahkan lokasi dalam lingkungan perumahan untuk dijadikan warga sebagai tempat ibadah berupa musholla.

Sumber air bersih dan rumah ibadah tersebut akan dihibahkan kepada warga melalui pemerintah Kota Bandar Lampung.

Baca Juga:  Hamartoni Serahkan Bantuan Rp330,5 Juta untuk Korban Tsunami

Pengadaan pemakaman umum yang kini tengah dalam proses, akan diupayakan secepatnya oleh PT Sinar Dika Abadi bersama-sama dengan pengembang perumahan lainnya diwilayah Kelurahan Sukadanaham, Tanjung Karang Barat.

Jika telah terealisasi, warga bertanggungjawab untuk perawatan dan pemeliharaan kedua fasilitas tersebut diatas, dan bukan tanggungjawab pihak pengembang lagi.

Salah satu warga, Yopi Risdianto menyambut baik hasil pertemuan ini.

“Kami cukup senang hasil pertemuan hari ini. Kami akan menunggu realisasi dari pihak pengembang. Kami juga mohon doa dan bantuan dari teman-teman, pers, bapak-bapak dari Disperkim untuk ikut memantau perkembangan selanjutnya,” ungkap Yopi.

“Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada teman-teman dari LBH Adil Nusantara Jaya yang telah mendampingi warga,” lanjut Yopi.

Rian Rizki Dermawan, pengacara LBH Adil Nusantara Jaya mengucapkan terimakasih kepada pihak pengembang yang telah bersedia memenuhi tuntutan warga.

“Kita bersyukur pertemuan ini sudah ada titik temu. Terimakasih kepada pengembang yang sudah kooperatif,” ungkap Rian.

“Kami juga akan terus mengikuti dan memantau perkembangan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang disediakan pengembang di perumahan lainnya di Kota Bandar Lampung. Sebagaimana data terakhir yang kami peroleh, masih sekitar 30-an dari hampir 400-an pengembang yang telah menghibahkan fasum dan fassos kepada Pemkot,” terang Rian.

Baca Juga:  Tak Kuat Menanjak, Truk Bermuatan 7 Orang Terguling di Sukadanaham

Dilokasi yang sama, di Perumahan Lamban Bhayangkara, Kepala Bidang Perumahan Disperkim (Dinas Perumahan dan Permukiman) Kota Bandarlampung, Arief Muharam, juga menyatakan  fasum dan fasos akan diserahkan pengembang ke pemerintah kota.

“Pengembang sudah ada kemauan untuk menyerahkan dan masih mencari lahan. Hal ini pun dapat menjadi pilot projek bagi pemerintah Kota Bandarlampung, untuk  menagih aset-aset fasos dan fasum dari pihak pengembang sesuai atensi KPK,” kata Arief

Diketahui sebelumnya, Kepala Satgas Pencegahan Koordinasi Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Korupsi Wilayah II KPK RI, Nana Mulyana, dalam kunjungan kerjanya di Kota Bandarlampung pada Kamis, 30 September 2021 lalu, mengatakan kunjungan kerjanya ke Provinsi Lampung untuk menagih komitmen kepala daerah dalam hal pencegahan korupsi.

Terkait aset, Nana Mulyana mengungkapkan banyak sekali tanah-tanah atau PSU (Prasarana, Sarana, Utilitas Umum) dari pengembang, baik berupa jalan, ruang terbuka hijau, pemakaman maupun masjid atau mushola yang belum diserahkan ke pemerintah kota dengan berbagai alasan.

Baca Juga:  Murid SD Tenggelam di Kolam Segalamider

Data Disperkim Kota Bandarlampung di 2019 menyebutkan terdapat 395 pengembang atau developer dengan 41.483 unit rumah terbangun yang tersebar di 19 kecamatan dari 20 kecamatan se-Bandarlampung.

Data tersebut dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandarlampung dalam buku “Kota Bandarlampung Dalam Angka 2020”.

 

Sumber : SUL/RLS

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top