Iklan
Pendidikan

Tulangbawang Tak Menerapkan Program Belajar 5 Hari Seminggu

Program belajar 5 hari dalam seminggu/Ilustrasi

MENGGALA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang, belum siap untuk menerapkan program kegiatan belajar dan mengajar tingkat Sekolah SD dan SMP selama lima hari dalam sepekan.

Pasalnya, dalam penerapan sistem kegiatan belajar dan mengajar selama lima hari dalam satu minggu tersebut bukan saja memerlukan kelengkapan fasilitas, namun harus ada sarana serta prasarana yang cukup serta memadai sesuai aturan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Tulangbawang, Untung Widodo, mengatakan, dalam penerapan sistem tersebut diperlukan dan dibutuhkan tenaga pengajar yang cukup dan terpenuhi sesuai jumlah lokal dan jumlah siswa siswi pada masing-masing sekolah.

Diakui Untung, jika saat ini Pemkab belum sepenuhnya fokus terhadap penerapan sistem lima hari belajar dalam seminggu.

Baca Juga:  Warga Mulyo Asri Impikan Lapangan Sepak Bola

Sebab kata Untung, dalam penerapan sistem untuk wilayah Tulangbawang, bisa dikatakan belum siap, dikarenakan banyaknya keterbatasan SDM, maupun kesiapan dari masing-masing siswa.

“Saya pastikan wilayah kita belum siap, apalagi saat ini Tulangbawang, bukan saja mengalami kekurangan tenaga pengajar melainkan fasilitas sarana dan prasarana yang ada sangat jauh dari cukup dan memadai untuk melaksanakan kegiatan lima hari belajar ataupun sekolah tersebut,” katanya, Minggu (29/7).

Apalagi, keadaan tersebut semakin diperparah lantaran saat ini pihaknya mengalami masalah dengan SDM maupun tenaga pengajar yang berstatus atau non PNS.

Melainkan, lanjut Untung, dari seluruh tenaga pengajar yang tersedia saat ini rata-rata mempunyai SDM dan ilmu yang sangat kurang dan jauh dibawah standar nasional sesuai yang di tentukan.

Baca Juga:  Tahun Pelajaran Baru, SMAN 01 Menggala Terapkan FDS

“Karena masih banyak hal yang harus kami persiapkan mulai dari penataan dan pembagian waktu belajar selama lima hari. Kami juga harus melakukan penambahan terhadap tenaga pengajar untuk mencukupi yang ada saat ini,” keluhnya.

“Semuanya memang harus siap dahulu karena jangan sampai saat sistemnya kita laksanakan ternyata mengalami kesulitan dan hambatan sehingga dapat mengganggu aktivitas belajar dan mengajar para anak didik,” tandas Untung.(MR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top