Daerah

Tugu Garuda di Tulangbawang Nyaris Roboh

Tugu Garuda simbol Adat Megow Pak dan ikon Tulangbawang, telah lapuk dan mengalami keretakan disetiap sisi, hingga nyaris roboh/MR

TULANGBAWANG  – Garuda ku Sayang Garuda ku Malang, mungkin pepatah inilah yang pas disematkan untuk Tugu Garuda di Bundaran Terminal Menggala, Tulangbawang.

Padahal, ini adalah  simbol adat setempat yang dibangun sejak 16 tahun silam.

Monumen ini  hingga sekarang  belum tersentuh pembangunan oleh Pemerintah Kabupaten  Tulangbawang, seolah-olah dibiarkan rusak.

Tugu  ini dibangun pada 2003 silam di era Abdurachman Sarbini atau Mance saat jadi bupati.

Ketika itu sejumlah tokoh Adat Megow Pak mendesaknya, agar dibuatkan simbol yang mencerminkan kearifan lokal.

Namun, kini di berbagai sisinya mengalami keretakan dan mulai terlihat condong ke arah jalan lintas Sumatera, jika kondisi ini dibiarkan tentunya akan membahayakan para pengendara.

Baca Juga:  Pemprov Ajak Nahdliyin Ikut Wujudkan Masyarakat Berkualitas dan Berdaya Saing

Menurut warga Terminal Menggala, Yosef, keretakan Tugu Garuda telah lama terjadi, namun hingga sekarang belum juga dilakukan renovasi.

Padahal kata Yosef, keretakan pada bangunan tugu sangat membahayakan karena sewaktu-waktu tugu bisa roboh dan menimpa para pengendara.

“Sangat bahaya apalagi tugu tepat berada di pinggir jalan lintas timur, saat mobil besar lewat maka getaranya akan membuat tugu bergerak, kadang saat mobil lewat kami juga merasakan getaranya,” ungkap dia, Senin (8/4).

Untuk itu dirinya berharap agar Pemkab Tulangbawang, segera mengambil langkah dan upaya untuk mengantisipasi agar tugu jangan sampai roboh.(MR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top