Ekonomi

Toko Tani Indonesia Ikut Sejahterakan Petani Lampung

Toko Tani Indonesia/Ist

BANDAR LAMPUNG – Toko Tani Indonesia (TTI) merupakan salah satu program pemerintah, melalui Dinas Ketahanan Pangan, untuk mensejahterakan para petani di negeri ini, termasuk di Provinsi Lampung, yang hingga kini masih menjadi salah satu daerah lumbung pangan nasional.

Kepala Bidang Distribusi dan Harga Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Dra Bahagiati SH, mengatakan, diadakannya kegiatan Penguatan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) melalui Toko Tani Indonesia (TTI) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok strategis, melalui rantai distribusi pemasaran yang efisien.

Dengan adanya TTI, petani akan menerima harga yang lebih menguntungkan dan masyarakat juga memperoleh akses yang lebih luas terhadap pangan berkualitas dengan harga yang lebih murah.

Baca Juga:  Pembangunan Dry Port Way Kanan Bakal Terwujud

“Untuk di Provinsi Lampung, saat ini jumlah TTI sudah mencapai 36 toko, yang dikelola oleh 35 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), lokasinya tersebar di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Lampung,” ujar Bahagiati.

Kabid Distribusi dan Harga Pangan, atau wanita yang lebih akrab disapa Begi itu juga menjelaskan, untuk di tahun 2018, jumlah TTI akan ditambah sebanyak dua kali lipat dari yang sudah ada, dengan rincian satu toko, tiga Gapoktan.

Adapun lokasi penyebarannya akan didirikan atau dibuka di 7 kabupaten/kota, yaitu Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Utara, Lampung Timur, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, dan Metro.

Hal itu dilakukan sebagai upaya dalam mengatasi gejolak harga pangan, dimana hingga saat ini masih menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi pemerintah, dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan.

Baca Juga:  Suzuki New Carry Pick Up Generasi Baru Hadir Di Lampung

Harga pangan yang berfluktuasi akan mempengaruhi kesejahteraan petani selaku produsen pangan, maupun masyarakat luas selaku konsumen akhir.

Oleh karena itu, stabilisasi harga pangan menjadi salah satu tujuan prioritas dalam pembangunan nasional, termasuk di Provinsi Lampung.

Berbagai upaya dan kebijakan telah dilakukan oleh pemerintah, baik bersifat jangka pendek maupun jangka panjang, mengacu pada permasalahan utama yang terjadi selama ini, yaitu tingginya paritas harga antara produsen dan konsumen, yang mengakibatkan keuntungan tidak proporsional antara pelaku dan usaha.

Harga yang tinggi di tingkat konsumen tidak menjamin petani mendapatkan nilai yang layak, sehingga diperlukan keseimbangan yang saling menguntungkan baik di tingkat produsen maupun tingkat konsumen.

Baca Juga:  FKPPI Lampung Siap Ikuti Jambore Kebangsaan Bela Negara

Program kegiatan tersebut merupakan upaya pemerintah untuk, menjaga harga wajar di tingkat produsen, menciptakan rantai pasok komoditas pangan yang lebih efisien, mempermudah aksebilitas pasokan dan harga di tingkat konsumen.

Kemudian program tersebut juga mampu menciptakan pembagian keuntungan yang lebih berkeadilan dan merubah struktur pasar untuk menjadi lebih efisien.(IH/Js)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top