Modus

Tim Investigasi Dugaan Malpraktek RS Asy Syifa Medika Tak Ungkap Hasil ke Publik

Septina (25), melaporkan salah satu petugas medis RS. Asy Syfa Medika, yakni Dr. AR, yang di duga kuat ceroboh saat menjalankan operasi caesar/Murni

PANARAGAN – Tim Investigasi dugaan malpraktek oleh oknum dokter RS Asy Syifa Medika, Tulangbawang Barat (Tubaba) tidak bersedia mengungkap hasil investigasi ke publik.

Pasalnya, hasil investigasi hanya dilaporkan kepada Majalis Kode Etik Kedokteran (MKEK) dan Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) serta Kepala Dinas Kesehatan.

“Kalau masalah hasil investigasi tidak bisa dipublikasikan ke publik, kecuali ada permintaan dari instansi tertentu,” ujar ketua tim investigasi, Karyawanto, Senin (24/6).

Kata ida, tim sudah berkerja melakukan investigasi di dua tempat, yakni Rs. Asy Syifa dan Puskesmas Poned Panaragan Jaya. Untuk korban sedang dijadwalkan.

Baca Juga:  Dua Pejabat Injak Kura-kura, Tim BKSDA Lampung Turun ke Tubaba

Dalam investigasi di dua tempat, tim telah mendapatkan keterangan dari rumah sakit terkait proses operasi caesar, yang dilakukan tanggal 27 Maret 2019, termasuk mempertanyakan legalitas rumah sakit dan legalitas dokter yang menangani operasi terhadap korban.

Sedangkan investigasi di Puskemas Poned Panaragan Jaya, tim mempertanyakan proses pelayanan yang dilakukan terhadap korban hingga tenaga medis menemukan benda asing berupa kain kasa di perut korban serta  tidakan yang dilakukan terhadap korban.

“Di dua tempat ini kami sudah mendapatkan banyak keterangan dan akan menjadi bahan laporan kami nanti,” kata dia.

Terkait dengan legalitas rumah sakit, tim tidak menemukan pelanggaran sebab rumah sakit memiliki izin dan masih berlaku serta dokter yang menangani operasi juga memiliki izin praktek dan tergabung dalam IDI Tubaba.

Baca Juga:  Warga Tulangbawang Udik Tuntut Sisa ADD 2017 Dibayarkan

“Kalau masalah legalitas RS dan dokter tidak ada masalah karena  semuanya terdaftar dan memiliki izin,” ungkapnya.

Sementara itu, keluarga korban dugaan malpraktek, memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan pihak RS Asy Syifa Medika ke Polres Tulangbawang. Keluarga meminta pihak kepolisian dapat mengusut dan mengungkap kasus penemuan kain kasa di dalam dinding rahim Septina tersebut hingga tuntas.

“Saya meminta kasus ini menjadi kasus yang pertama dan terakhir, makanya kami menempuh jalur hukum agar kasus ini tidak terulang,” ujar Ferdi Irwanda, suami Septina (25) korban dalam kasus ini.

Diketahui, tim investigasi yang dibentuk dinas kesehatan terkait kasus dugaan malpraktek terhadap Septina (25) warga Panaragan, Tulangbawang Tengah, tersebut berjumlah empat orang terdiri dari Kabid Pelayanan Kesehatan, Karyawanto, Kasi Peningkatan Mutu dan Rujukan, dr. Agus Nurhadi, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Edi Winarso, dan ketua MKEK dr. Wita H.(RZ)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top