Modus

Tim Intelijen dan Jaksa Eksekusi Terpidana Surat Palsu Dharmadas Narayanan

Tim Intelijen dan Jaksa Eksekusi Terpidana Surat Palsu Dharmadas Narayanan/Istimewa

Suluh.co – Tim Intelijen Kejaksaan Agung bekerja sama dengan Tim Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan, berhasil melakukan penggalangan untuk pelaksanaan eksekusi terpidana Dharmadas Narayanan.

Duduk perkara atau kasus posisi tindak pidana
“menggunakan surat palsu” bermula ketika Dharmadas Narayanan, pada tanggal 14 Agustus 2006, menghadap Sankaran Sundararaman, di Gedung Sentra Mulya atau Kantor Pusat Texmaco Group.

Turut hadir di gedung tersebut yakni,
Vasudevan Ravi Shankar dan Notaris Dewantari Handayani, menyerahkan surat kuasa berkop PT. Wismakarya Prasetya Power Generation & Supply Nomor : 06M1KP/ LDN11 /2016 tanggal 28 Juli 2006 kepada terdakwa Dharmadas Narayanan.

Baca Juga:  Jaksa Agung ST Burhanudin Mutasi 30 Pejabat Eselon II Kejaksaan RI

Hal itu untuk menandatangani power supply agreement, loan agreement, dan perjanjian-perjanjian lainnya termasuk perjanjian jaminan dengan pihak investor.

Kemudian terdakwa menandatangani surat berkop PT. Wismakarya Prasetya Power Generation & Supply, yang kemudian berdasarkan surat kuasa tersebut terdakwa menandatangani perjanjian diatas.

Menurut saksi Marimutu Sinivasan, selaku pemilik perusahaan, tidak pernah memberi kuasa kepada terdakwa dan tidak pernah menandatangani ketiga surat kuasa tersebut.

Dalam Berita Acara Pemeriksaan LAB Reserse Kriminal Polri Nomor 1234/DTF/2012 tanggal 10 Mei 2012, dengan kesimpulan bahwa tanda tangan Marimutu Sinivasan bukti yang terdapat pada satu lembar surat kuasa bermaterai tempel Rp6 ribu, adalah non identik atau merupakan tanda tangan yang berbeda dengan tanda tangan Marimutu Sinivasan pembanding (KT).

Baca Juga:  Rekrut TKI Tak Melalui Lembaga, Warga Bumi Waras di Penjara

Kepala Pusat Penerangan Hukum Leonard Eben Ezer Simanjuntak, menjelaskan, terdakwa Dharmadas Narayanan, dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menggunakan surat palsu.

“Terdakwa dihukum dengan pidana penjara selama satu tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara,” kata Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Rabu (10/2).

Terpidana Dharmadas Narayanan, dieksekusi oleh Jaksa Eksekutor pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan, dengan cara dimasukkan ke dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang untuk menjalani pidana penjara.

Kegiatan eksekutor terpidana tersebut dilaksanakan dengan memenuhi protokol kesehatan.

Antara lain dengan menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta dilakukan tes rapid antigen sebelum dilakukan pertemuan.

Baca Juga:  Barang Bukti Tindak Pidana Korupsi PT ASABRI Disita

 

Reporter : SUL/HMS

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top