Panggung

Tiket Perhelatan Lampung Fair 2018 Mencekik

Pembukaan Lampung Fair 2018, di PKOR Way Halim, Bandar Lampung/LS

BANDAR LAMPUNG – Malam ke tujuh perhelatan Lampung Fair 2018, yang katanya hampir menyamai Jakarta Fair, tapi soal ketidaklaziman tarif uang parkir sepertinya masih hangat diperbincangkan pengunjung.

Tidak ada yang dapat memastikan, apakah perkara tarif uang parkir di luar kendali pihak Event Organizer (EO) dalam hal ini PT Jaris Jasmine Wijaya (JJ), atau sebaliknya justru diketahui namun sengaja tak digubris.

Mengutip dari perbincangan dalam Grup WhatsApp para jurnalis yang biasa meliput kegiatan Lampung Fair, beragam kritikan dan masukan terkait perkara ketidak laziman uang parkir.

Ada yang menyarankan agar pihak EO mengevaluasi kemunculan kasuistis ini, namun tidak sedikit pula mengungkapkan tentang pengalaman, saat berhadapan langsung dengan juru parkir.

Baca Juga:  Muchlas E Bastari Launching Buku “Pengabdian Itu Tak Terbatas”

“Barusan juga diminta. Ngomong seikhlasnya tapi ngegas cenderung maksa. Alesan buat partisipasinya jaga helm,” tulis wanita berhijab itu.

Cerita pengalaman saat berhadapan dengan juru parkir di area Lampung Fair, juga mengalir dari teman lainnya.

“Kalau kemarin gua dimintanya alus. Bang kalau mau nambah buat rekan-rekan yang lainnya nggakpapa. Sampe ane gak tega, terus ane kasih aja tuh karcis yang tulisannya Rp10 ribu,” tulis rekan itu di penghujung obrolan Grup WhatsApp.

Penarikan uang parkir kendaraan sebetulnya sah-sah saja, namun bukankah pemerintah bersama lembaga legislatif, telah sedemikian rupa merancang aturan soal besaran tarif parkir?

Atau jangan-jangan terdapat pengecualian khusus untuk perhelatan Lampung Fair. Jika betul demikian, ada baiknya pemerintah mensosialisasikan kepada masyarakat, sehingga saat bertemu dengan juru parkir yang suka minta tambah tidak lagi kaget.

Baca Juga:  Syukuran Qurban Global Qurban-ACT Lampung Sapa Daerah Rawan Kekeringan

Bila dibuatnya aturan untuk dipatuhi, tentunya akan lebih fair kalau pihak penyelenggara atau EO, membuat kesepakatan soal tarif maksimal kepada para penyedia lahan parkir.

Dan apabila terdapat penarikan di luar ketentuan, tentunya juga mesti ada regulasi yang mengatur sanksi. Sehingga tarif parkir tidak memeras kocek pengunjung.(LS/KIp)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top