Modus

Tiga Terdakwa Pungli Prona di Waykanan Diancam 5 Tahun Kurungan

Sertifikat tanah/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjung Karang, menggelar sidang perkara pungli prona yang menyeret 3 orang pelakum, di Kampung Kurung Lama, Kecamatan Kasui, Kabupaten Waykanan.

Sidang kali ini dengan agenda mendengarkan keterangan para terdakwa yang saling menjadi saksi atau split dari, Kadam, Asmanudin dan Solehono, para terdakwa pelaku pungli prona pada tahun anggaran 2017.

Dalam sidang yang beragendakan keterangan para terdakwa yang saling menjadi saksi kali ini ketiganya kompak memberikan keterangan yang sesuai dengan isi dakwaan jaksa.

Mereka pun berdalih, bahwa uang yang mereka minta dari para warga sebanyak Rp700 ribu hanya mereka terima sejenak  ditangannya  dan selanjutnya langsung mereka serahkan setoran tersebut kepada tersangka Rian Arista, yang saat ini menjadi DPO pihak kepolisian.

Baca Juga:  Untung 600 Ribu dari Jual ABG, Umar Divonis 4 Tahun Kurungan Penjara

Dari keterangan terdakwa Kadam, ia mengaku sebagian uang yang terkumpul dan akan disetorkan kepada sekertaris kampung tersebut telah terpakai oleh dirinya sebesar Rp.4.500.000, yang dimaksudkan olehnya akan dikembalikan nanti setelah menerima bagiannya dari Rian Arista.

Padahal, program pemerintah ini seharusnya tidak ditarik biaya yang sebesar itu. Namun, dalam pelaksanaannya para warga Kampung Kurung Lama, dibebani tarif oleh ketiganya yang besarannya hingga mencapai Rp700 ribu per orang, yang lalu diadukan oleh warga kampung lantaran sertifikat tidak kunjung diterima.

Oleh karena ulahnya, para panitia prona ini dijerat oleh jaksa dengan pidana sesuai dengan pasal tentang pemberantasan tindak pidana korupsi .

Sehingga RT, Kadus, dan bendahara panitia prona ini diancam dengan hukuman pidana penjara paling lama selama 5 tahun kurungan penjara dan diwajibkan untuk membayar denda sebesar Rp50 juta.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top