Politik

Tiga Paslon Wali Kota Bandar Lampung Komit Anti Politik Uang

Tiga pasangan calon kepala daerah di Kota Bandar Lampung/DUM

Suluh.co – Tiga pasangan calon kepala daerah di Kota Bandar Lampung, menyatakan sikap anti terhadap politik uang terlebih lagi serangan fajar.

Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers bersama awak media usai debat kandidat Pilwakot Bandar Lampung putaran terakhir di Hotel Emersia, Jumat (4/12) malam.

Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota nomor urut 1, Rycko Menoza – Johan Sulaiman mengatakan berkomitmen juga bersepakat dengan kepolisian dan penyelenggara Pemilu untuk tidak money politik.

“Saya kira, itu kan isu-isu lama yang terjadi bukan hanya pemilihan wali kota saja, tapi saat pilpres juga, jadi ini bukan hal yang baru lah,” kata Rycko Menoza.

Baca Juga:  I Komang Koheri Dampingi Eva Dwiana di Pilwakot Bandar Lampung

Sementara, pasangan calon wali kota dan wakil wali kota nomor urut 2, Yusuf Kohar-Tulus Purnomo, mengaku percaya, bahwa masyarakat akan tahu mana yang harus dipilih menjadi kepala daerah khususnya Kota Bandar Lampung.

“Kita sudah kampanye, turun ke jalan, jadi kita tahu situasi dan kondisi masyarakat warga kota Bandar Lampung ini. Kami juga sudah mempunyai komitmen, menyampaikan visi misi yang kami buat sendiri, supaya Bandar Lampung ini lebih baik lagi,” tegas Yusuf Kohar.

Ditempat yang sama, pasangan calon wali kota dan wakil wali kota nomor urut 3, Eva Dwiana-Dedi Amrullah, mengajak masyarakat untuk tidak politik uang dan menjadikan pesta demokrasi di tahun 2020 ini menjadi politik demokrasi yang jujur dan bersih.

Baca Juga:  KPU : Ike Edwin-Zam Zanariah dan Firman-Bustomi Daftar Calon Perseorangan

“Insya Allah, dengan tidak menerima politik uang akan mendapatkan pemimpin luar biasa di Kota Bandar Lampung,” tandasnya.(DUM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top