Panggung

The Trip Band Hardcore asal Purworejo

kiri-Heru Afiyanto, Dicky Renvile Patrial dan Fiqi Alfarisi/Istimewa

Suluh.co – Heru Afiyanto gitar vokal, Dicky Renvile Patria bass vokal, Fiqi Alfarisi drum. Munculnya ide untuk mengawali band ini di tahun 2011. Pada tahun yang sama, banyak band terbentuk di kota Purworejo berirama ini, energi dari semangat teman2 itulah yang membuat kami pun ikut berirama

Awal mula band ini bernama Remember We Frog. Dan  ternyata malam itu adalah awal dari semangat kami. Tapi tidak semudah yang dibayangkan, rencana-rencana kami gagal. Akan tetapi semangat dan harapan kami belum hilang. Lalu di tahun itu pula muncul nama The Trip.  Mengapa diberi nama “Trip”? Karena semua personil yang ada di band ini mempunyai hobi yang sama yaitu Bmx freestyle dan suka sekali melakukan perjalanan.

Heru afiyanto menceritakan, The Trip dikenal teman-teman sebagai band bergenre hardcore, oldskool hardcore, melodic hardcore, dan hardcore punk. Meskipun begitu kami tidak terlalu mempermasalahkan genre. Biarlah orang menilai dan memberi respon kami seperti apa nantinya.

Baca Juga:  Laporan Khusus Edisi HPN 2019: Selamat Hari Pers Nasional 2019 (1)

Di tahun itu juga, lahir single pertama kami yaitu “No Hand”. Dengan di bantu oleh Fahmi Aziz, (Predator,Fluss) menggunakan media yang seadanya. Dan ternyata lagu itu menjadi ingatan yang penting bagi kami. Fahmi Aziz adalah orang yang sangat membantu berproses karya2 kami. Di tahun ketiga, kami berhasil berproses hingga lahirlah 3 lagu yaitu “Superman, Christopher johnson mccandless, dan Purworejo Family”.

Selanjutnya, pada tahun 2013 adalah tahun yang penting bagi kami, banyak hal yang terjadi pada tahun tersebut. Lalu di tahun ke 6 perjalanan kami, tepatnya pada tahun 2016 lahirlah EP Album bertajuk “Beginning” yang berisikan 8 lagu dan di launchingkan di Gigs yang berjudul “This Is Movement”. Dan di EP Album ini pula ada orang yang sangat mendukung kami yaitu Reza Acong dengan bengkel custom diecastnya, “Monday 13” yang sekarang menjadi Ironhell custom work membantu kami berupa materi, terima kasih Reza Acong!.

Baca Juga:  BEKraf Mulai lirik Perfilman Lampung

Lagu di album itu sebagian besar mengangkat tentang pertemanan, pengalaman2 kehidupan, dan merespon suasana kehidupan yang terjadi selama 6 tahun itu. Dan di album ini ada 1 lagu yang menjadi ingatan yang penting juga yaitu “Remember Than Important” . Dan di lagu ini pula ada teman2 yang juga ikut mengisi diantaranya yaitu Hengki (STF), Agung (Predator,Detritivor), Fahmi Aziz (Predator,Fluss).

“Harapan kami sempat meredup di tahun 2019-2020. Tetapi, teman teman selalu mendorong kami, mendukung kami, dan selalu datang dimanapun kami manggung. Jarak tidak menjadi halangan untuk selalu mendukung kami,” ungkapnya.

Kemudian di tahun 2021, semangat kami semakin membara. Kami mempunyai rencana berproses untuk LP Album atau album penuh, yang sempat tertunda di tahun 2020. Dan tentunya, kami sangat membuka pintu untum Brand-band Purworejo yang sekarang masih aktif dan mau bekerja sama dengan kami di Album selanjutnya.

Baca Juga:  Gunung Katun, Tempat Berpijak & Tempat Kembali

Atau mungkin secara tidak langsung ingin mendukung kami untuk berproses. Salam hangat dari kami. Mimpi kami tidaklah sederhana yaitu membakar semangat teman teman skena musik yang ada di purworejo agar berproses bersama, melahirkan band band baru. Dan mari Kita lihat seperti apa suara gemuruhnya. Semoga musik di purworejo semakin bergairah. WE LOVE YOU!!!.

 

Reporter : Mahestya Andi Sanjaya

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top