Modus

Terpidana Penipuan Lahan Gunung Kunyit Ajukan Banding

M Syaleh didudukan di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjung Karang, untuk mendengarkan pembacaan tuntutan dari jaksa, atas perkara penipuan dan penggelapan yang ia lakulan dalam bisnis jual beli lahan Gunung Kunyit/NUS

Suluh.co – Persidangan perkara penipuan dalam bisnis jual beli lahan Gunung Kunyit, kini telah melewati agenda pembacaan putusan dari majelis hakim, dengan vonis penjara yang dijatuhkan terhadap terdakwa M. Syaleh, yakni selama satu tahun enam bulan.

Namun, seusai pembacaan putusan tersebut, M. Syaleh melalui kuasa hukumnya masih merasa keberatan dan akhirnya melayangkan banding pada Senin (22/2) kemarin.

Meski diketahui, hukuman yang dijatuhkan tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntutnya dengan hukuman penjara selama tiga tahun.

Baca Juga:  PT KAI Salurkan Bantuan Hingga Pengobatan Gratis di Kelurahan Way Laga

Perkara ini sendiri bermula ketika M. Syaleh hendak menjual lahan miliknya seluas 16 hektare kepada seorang pengusaha bernama Sutomo. Namun, harus terkendala lantaran surat tanah guna keabsahan lahan belum ada.

Maka ia pun meminta bantuan kepada korban Nuryadin untuk meminjamkan uang Rp500 juta guna pembuatan sporadik, dengan mengiming – imingi uang Rp2,4 miliar sebagai dana bagi hasil jika lahan tersebut laku terjual.

Dari keterangan di persidangan, terdakwa dan korban akhirnya sepakat untuk bekerjasama dalam sebuah surat perjanjian, yang ditandatangani oleh Darussalam sebagai saksi sekaligus penghubung antara keduanya.

Setelah uang diberikan kepada M. Syaleh, Nuryadin pun menerima sporadik sebagai jaminan, yang ternyata pada akhirnya didapati sporadik tersebut telah dibuat oleh terdakwa sejak tahun 2006 silam, serta uang yang diterima terdakwa bukan diperuntukkan sebagai biaya pembuatan sporadik.

Baca Juga:  Herman HN Kembali Tingkatkan Pendidikan Gratis dan Infrastruktur

 

Reporter : Tinus Ristanto

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top