Modus

Terdakwa Korupsi Disdik Lamsel Sidang Estafet, 2 Pesakitan Minta Bebas

Tiga orang terdakwa perkara tindak pidana korupsi proyek pengadaan alat olahraga, di lingkungan Dinas Pendidikan Lampung Selatan/Net

BANDAR LAMPUNG – Pengadilan Negeri Tanjung Karang, kembali menggelar sidang lanjutan tindak pidana korupsi yang terjadi di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), pada tahun anggaran 2016 lalu, dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp2,3 miliar lebih.

Dalam sidang kali ini, Selasa (5/11), ke-3 terdakwa yakni Nur Muhammad, Yusmardi dan Zulfikri Rachman, disidangkan secara bergantian. Ketiganya pun membacakan nota pembelaannya melalui kuasa hukum masing masing.

Dalam nota pembelaannya, terdakwa Yusmardi dan Zulfikri Rachman, tetap tidak mengakui segala perbuatannya dan meminta kepada majelis hakim untuk membebaskan mereka dari segala dakwaan jaksa.

Baca Juga:  Simpan Sabu Penambal Ban Dimejahijaukan

Sementara terdakwa Nur Muhammad, mengambil sikap yang berbeda dari para koleganya tersebut.

Melalui kuasa hukumnya, ia meminta maaf kepada majelis hakim dan mengakui segala kesalahannya, serta meminta keringanan hukuman dari majelis hakim.

Diketahui pada sidang sebelumnya, ketiganya mendapatkan tuntutan hukuman dari jaksa, dengan tuntutan kurungan penjara kepada terdakwa Yusmardi yaitu selama 5 tahun serta diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp460 juta, dengan subsidair 2 tahun kurungan penjara dan dikenakan denda Rp50 juta, dengan subsidair denda yaitu penjara selama 4 bulan.

Sementara terhadap terdakwa Nur Muhammad dituntut penjara selama 4 tahun 6 bulan dan denda Rp50 juta dengan subsidair denda penjara selama 6 bulan, serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp274 juta, dengan subsidair 2 tahun kurungan penjara.

Baca Juga:  Lecehkan Pakaian Adat, Seno Aji Resmi Dipolisikan

Jaksa pun menuntut pembayaran uang pengganti terdakwa Zulfikri Rachman yang sama dengan Nur Muhammad. Namun, dengan tuntutan kurungan penjara yang selama 5 tahun dengan denda Rp50 juta dan subsidair denda yaitu penjara selama 6 bulan.

Diketahui dalam dakwaannya, ketiga terdakwa didakwa telah bersama – sama melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan alat olahraga di 195 sekolah dasar di Kabupaten Lamsel, dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp2,3 miliar.

Yusmardi selaku pejabat pembuat komitmen, telah mengatur pemenangan lelang tender pengadaan alat olahraga yang menjadikan perusahaan milik Nur Muhammad dan Zulfikri Rachman, yaitu CV Miika Kharisma menjadi pemenang lelang.

Dari tender kurung yang dilakukan oleh Yusmardi, dirinya mendapatkan fee dari pagu anggaran sebesar 20% atau senilai Rp600 juta, yang diberikan oleh Nur Muhammad, selaku kuasa Direktur CV Mika Kharisma.(TN)

Baca Juga:  822 Jiwa Korban Tsunami Terima Bantuan dari Pemkab Lampung Selatan
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top