Modus

Terbukti Korupsi, Dua Pegawai SMPN 24 Bandar Lampung di Vonis Kurungan

Sidang perkaran kasus korupsi di SMPN 24 Kota Bandar Lampung/LS

BANDAR LAMPUNG – Didakwa telah membantu untuk memuluskan langkah kepala sekolah SMPN 24 Bandar Lampung (Balam), melakukan korupsi bantuan siswa miskin (BSM), Ety Kurniasih dan Ayu Septaria divonis hukuman penjara 18 bulan (1,5 tahun) oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Senin (26/3).

Selain hukuman badan, keduanya juga didenda Rp50 juta subsider satu bulan penjara.

Usai sidang kedua terdakwa Ety Kurniasih dan Ayu Septaria pegawai SMPN 24 ini terlihat berpelukan dengan wajah memerah dan mata berkaca-kaca. Tampak keduanya menahan tangis kepada teman-teman satu profesi dari SMPN 24 Balam.

Hakim Ketua Novian Saputra, SH, menjatuhkan kepada terdakwa Ayu Septaria dengan pidana penjara selama satu tahun enam bulan dan denda Rp50 juta subsider satu bulan.

Baca Juga:  Kepala Kampung Lampung Tengah Terima Vonis Hakim

“Menyatakan terdakwa Ayu Septaria dan Ety Kurniasih tidak terbukti secara sah dakwaan primair. Membebaskan terdakwa dari dakwaan primair dan menyatakan terbukti secara sah bersalah dan melawan hukum karena membantu tindakan korupsi di SMPN 24 Balam dalam pencairan dana BSM,” kata Novian.

Novian menambahkan, hal yang memberatkan terdakwa yaitu merugikan keuangan negara dan tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Sementara hal yang meringankan yaitu terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya.

“Putusan sudah ditentukan jadi silahkan saudara mempunyai hak untuk mengajukan banding. Namun apabila mengajukan banding keputusan nanti hasilnya bisa sama dengan PN atau bahkan sebaliknya, jadi gimana saudara dari hasil putusan ini,” tanya Hakim Novian kepada kedua terdakwa.

Baca Juga:  Aksinya Kepergok, Begal Buang Tembakan 

“Kami akan pikir-pikir,” jawab kedua terdakwa.

Sementara Penasehat Hukum, Eksan Nawawi mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan banding terhadap putusan yang telah dijatuhkan majelis hakim. Karena dari awal memang kedua terdakwa tidak menerima sepeserpun uang dana BSM tersebut.

“Dari awal kami memperjuangkan supaya kedua terdakwa dapat bebas. Tetapi putusan majelis hakim berbeda yaitu satu tahun enam bulan, maka kami akan banding. Walaupun putusan tersebut lebih rendah dari tuntutan JPU,” kata Eksan.

Pada sidang sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Patar Daniel menuntut dua terdakwa kasus dugaan korupsi dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) SMPN 24 Bandar Lampung dengan pidana penjara selama empat tahun dan enam bulan.

Baca Juga:  Korupsi Randis Lamtim, KPK dan Kejati Lampung Kompak Cari Tersangka

Kedua terdakwa, mantan Bendahara Ayu Septaria dan pegawai honor Ety Kurniasih, juga diharuskan membayar denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan.(*/FS/JI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top