Modus

Tender Kurung di Disdik Lamsel Rugikan Negara Rp 1 Miliar

Sidang kasus tender kurung di Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, tahun anggaran 2016 lalu/TN/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Sebanyak tiga orang terdakwa perkara suap fee proyek pengadaan alat olahraga, yang terjadi di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, tahun anggaran 2016 lalu, mulai dilakukan proses persidangan, di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Kamis (8/8).

Nur Muhammad, Yusmardi dan Zulfikri Rachman, didakwa telah melakukan tindak pidana korupsi  dalam proyek pengadaan alat olahraga di 195 Sekolah Dasar di Kabupaten Lampung Selatan, senilai  Rp2,3 miliar.

Dalam dakwaan yang dibacaan oleh jaksa, Yusmardi, selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), telah mengatur pemenangan lelang tender pengadaan alat olahraga yang menjadikan perusahaan milik Nur Muhammad dan Zulfikri Rachman, yaitu CV Mika Kharisma menjadi pemenang.

Baca Juga:  Sengaja Berkeliaran, Polisi Tilang Mobil Bermuka Dua

Dari tender yang dilakukan oleh Yusmardi, dirinya mendapatkan fee dari pagu anggaran sebesar 20% atau senilai Rp600 juta, yang diberikan oleh Nur Muhammad, selaku kuasa Direktur CV Mika Kharisma.

“Ketiganya dijerat dengan pasal  2 ayat 1 dan pasal 3, junto pasal 18, Undang Undang nomor 31 tahun 1999, junto UU Nomor 20 tahun 2001, tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 55 ayat 1, ke 1 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama selama 20 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar,” kata jaksa dalam persidangan.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top