Iklan
Daerah

Tekan Angka Kemiskinan, Dinsos Metro Launching Program BPNT

Wakil Wali Kota Metro, usai melaunching melaunching Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (KKS-BPNT)/TM

METRO – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Metro, melaunching Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (KKS-BPNT), hingga memberikan bantuan simbolis rumah ibadah se-Kota Metro, di Lapangan 22 Hadimulyo Barat, Jumat (27/4).

Wakil Wali Kota Metro, Djohan, mengatakan, sesuai dengan tujuan Dinsos ikut serta dalam upaya menangulangi kemiskinan dengan program jalur non tunai ini, kedepannya penyaluran bantuan dapat terlaksana dengan baik dan tepat sasaran.

Selain itu, Djohan berpesan, bagi warga penerima bantuan agar tidak terpaku pada bantuan saja. Akan Tetapi, program KKS-BPNT ini dijadikan sebagai penunjang kegiatan usaha masyarakat itu sendiri, sehingga kemiskinan dapat teratasi.

Baca Juga:  Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni Terjadi Malam Ini

Pada kesempatan lain, Kepala Dinas sosial Ellya Lusianna, menambahkan, penyaluran program KKS-BPNT dilaksanakan perdana pada bulan April 2018, dengan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 5.980 terbagi di 19 agen yang disebut e-Warong.

“KKS-BPNT merupakan transformasi dari program Raskin dan Rastra, artinya lanjutan dari kedua program tersebut,” paparnya.

Kemudian, Lanjut Ellya, jika nantinya terjadi naik-turun harga kebutuhan pokok masyarakat, program ini turut menyesuaikan dengan kondisi tersebut.

Perlu diketahui, jumlah bantuan yang tersedia di e-Warong yang diterima masing-masing KPM sebesar Rp110.000 ribu per bulan, dan pengambilan bantuan dilakukan setiap tanggal 25 dalam satu bulan.

Total dana yang dikeluarkan oleh Kementrian sosial RI sebesar Rp647.900.000, setiap bulan untuk BPNT. Sementara bantuan lainnya diberikan kepada 81 rumah ibadah di 22 kelurahan yang ada di Kota Metro.

Baca Juga:  Nanang Ermanto Lepas Keberangkatan 85 Jamaah Umroh Lampung Selatan

Adapun teknis penyaluran dan penggunaan bantuan, dana Rp110.000 ribu dikirim ke masing-masing rekening KPM dan dipergunakan untuk transaksi beras dan telur dengan menggunakan kartu kombo yang digesekkan di mesin EDC.

Dalam acara itu, turut hadir Ketua DPRD, Sekretaris Kota, unsur Forkopimda, Kajari, jajaran Polresta Kota Metro, Koordinator TKS Program BPNT, dan satker-satker yang terlibat, hingga warga setempat yang termasuk kategori keluarga tidak mampu (KTM).(TM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top