Panggung

Teater 28 Unsil Tasikmalaya Pentas Keliling Jawa-Sumatera

Pentas Teater 28 dengan naskah ‘Lakon yang Ditulis Kemudian’, naskah dan sutradara Bode Riswandi/DOK TEATER 28

PALEMBANG –  Teater 28 Universitas Negeri Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya, Jawa Barat, bekerja sama dengan Teater Gabi Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, Sumatera Selatan akan mementaskan “Lakon yang Ditulis Kemudian” dengan naskah/sutradara : Bode Riswandi.

Pementasan Teater 28 Unsil di Unsri ini merupakan tujuan akhir dalam melakukan pentas keliling lintas pulau Jawa-Sumatra. Sebelumnya dipentaskan di RKU K.04,  22 April 2018, di Gedung Kesenian Tasikmalaya,  28-29 April 2018, di Padepokan Sobarnas Garut,  5 Mei 2018 dan Unsri Indralaya, 9 Mei 2018 ini pukul 13.00 wib.

Menurut Bode Riswandi, pementasan ini juga pernah dilakukan di Bali dan Lampung pada tahun 2017. Sementara naskahnya membawakan cerita tentang pelacuran, dan perempuam yang dijebak kekasihnya sendiri dengan segala tipu muslihatnya dijual pada mucikari dan bertemu kembali setelah 49 tahun berpisah.

Baca Juga:  Ada Andil Pastur Keuskupan Tanjungkarang Dalam Berkat Damai Paus untuk Indonesia Jelang Pelantikan Presiden

“Pertemuan mereka ketika sudah sama-sama tua, Sukat sebagai tokoh laki kekasihnya datang hendak meminta maaf dan Dahlian meski telah disakiti, ternyata ia tak bisa membenci Sukat sepenuhnya,” kata Bode.

Pementasan yang berdurasi sekitar 60 menit itu diperankan 16 aktor yang berasal dari mahasiswa dari berbagai macam jurusan yang tergabung dalam Unit Kerja Mahasiswa (UKM) Teater 28 dan keseluruhan awak panggung sebanyak 40 orang. Diharapkan pementasan ini akan cukup memberikan suguhan yang dapat dipetik manfaatnya baik bagi mahasiswa dan masyarakat. Seperti harapan dari Bode Riswandi sebagai penulis naskah sekaligus sutradara dalam pementasan ini.

“Selain menjalin silaturahmi, saya ingin mengajak publik untuk membaca ulang soal penilaian kita terhadap ‘pelacur’ dari sekian penilaian nyinyir kita terhadap mereka, ada yang luput kita tanyakan pada diri sendiri, yakni bukan siapa mereka, tetapi mengapa mereka bisa seperti itu,” ungkapnya. (Jajang R Kawentar)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top