Modus

Tanyakan Soal Transparansi Dana Desa, Seorang Warga Ditendang Kadus

Ario Bayu Prakoso/MAS

PURWOREJO – Aktif mendorong tranparansi penggunaan dana desa, Ario Bayu Prakoso (37) warga Desa Ngemplak, Kecamatan Gebang, Purworejo, mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh perangkat desa yaitu Kadus 1 desa tersebut, pada Jumat (22/7) lalu.

Ario menduga yang dialaminya itu dipicu terkait surat permohonan tranparansi anggaran desa yang dinilai janggal oleh beberapa warga kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Bupati Purworejo perihal permintaan audit dana desa.

Menurut pengakuan Ario, saat itu datang ke rumahnya, Kades Ngemplak sempat marah-marah dengan dirinya, menuduh sebagai otak yang ingin melengserkan dirinya. Tak selang beberapa lama, datang MI seorang kadus 1 tak tau juntrungannya, sepontan langsung menendang dirinya.

Baca Juga:  Selama 397 Hari, Polres Tuba Gelar Operasi Mantap Brata Krakatau 2018

“Awalnya pak lurah datang ke rumah langsung menggedor-gedor pintu, sebagai tuan rumah kan saya persilahkan duduk, tapi dia malah mengintimidasi saya dengan pertanyaan-pertanyaan,” ungkap Ario, Rabu (29/7).

Akibat penganiayaan tersebut, Ario  mengalami luka memar pada bagian kepala dan bagian tubuh lainnya. Ario langsung mendatangi RSUD dr. Tjitrowardoyo Purworejo untuk mendapatkan pengobatan dan rekam medis guna pengaduan ke kepolisian.

Ia pun telah mengadukan kasus penganiayaan yang dialaminya ke Polres Purworejo, Jumat (24/7).

Sementara, Kasubbag Humas Polres Purworejo Iptu Siti Komariyah, menyampaikan bahwa saat ini pengaduan tersebut masih dalam tahap pemeriksaan satreskrim Polres Purworejo.

“Besok akan ada panggilan untuk orang yang diadukan,”ucapnya.

Baca Juga:  Ribuan Peserta Ikut Senam Aisumaki Himpaudi Kecamatan Loano

Saat ditemui di Kantor Desa Ngemplak, Kadus 1 MI, membenarkan tindakan penendangan tersebut.

“Rasa tidak terima sebagai warga jika seorang kepala desa di tuding-tuding oleh warganya, sepontan melakukan tindakan tersebut,” ucapnya, Rabu (29/7). (Mahestya Andi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top