Panggung

Tangis Haru Siti Tursiah Ibu Wisudawati Yuli Wulandari Ojol Purworejo

Siti Tursiah bersama sang anak Yuli Wulandari, pengemudi ojek online yang juga mahasiswi Perguruan Pendidikan Ekonomi di Universitas Muhammadiyah Purworejo/MAS

PURWOREJO – Menyaksikan anaknya wisuda, tangis haru bercampur dengan rasa bangga muncul dari sosok seorang ibu yang bernama Siti Tursiah (47), yang  beralamat di RT 1 RW 2 Sindurjan, Purworejo, Jawa Tengah.

Dalam mendukung mimpi dan harapan besar anaknya menjadi seorang guru, semenjak suami tercinta meninggal karena sakit pada tahun 2015, ia harus bekerja lebih keras lagi.

Dengan menjadi pembantu rumah tangga dan membuka warung kecil-kecilan di depan rumah, pendapatan Siti hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Siti Tursiah adalah ibu dari  Yuli Wulandari, pengemudi ojek online (ojol) yang juga mahasiswi Perguruan Pendidikan Ekonomi di Universitas Muhammadiyah Purworejo, yang pada 2 Oktober 2019 Yuli Wulandari mengikuti prosesi wisuda.

Baca Juga:  Teater Surya UM Purworejo dan Bawaslu, Pentaskan "The Box" Corong Pengawasan

Sosok Yuli menjadi sorotan masyarakat atas kerja keras yang ia tunjukkan untuk menggapai cita-citanya, sebagai pengemudi ojol hingga untuk membiayai kuliahnya sendiri.

“Bagi saya Yuli adalah anak yang cekatan dan dia tidak malu dengan pekerjaan yang dilakukan terlebih dia sangat mencintai saya,” ungkap Siti.

Siti Tursiah menjelaskan, bisa dikatakan segala biaya kuliahnya Yuli dia tanggung sendiri karena tidak mampu dalam hal biaya.

Menanggapi soal pekerjaan Yuli sebagai tukang ojek online, Siti mengaku sempat merasa takut, bahwasanya Yuli adalah perempuan. Namun ketika diberi pengertian ia pun mulai merestui pekerjaan Yuli tersebut.

“Dengan pekerjaan yang yang ia lakukan saya selalu berdoa agar lancar dan dijauhkan dari segala marabahaya. Saya berharap agar anak saya kelak dapat pekerjaan yang lebih baik dan mampu menjadi manusia yang berguna bagi keluarga bangsa dan negara atau lebih untuk agamanya,” harap Siti.(MAS)

Baca Juga:  Alfariezie Terbitkan Buku Sastra "Montana"
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top