Iklan
Bandar Lampung

Tandatangan RDP Palsu, Inspektorat Mulai Telusuri Oknum Sekretariat Komisi I DPRD Lampung

Surat undangan rapat dengar pendapat Komisi I DPRD Provinsi Lampung, kepada Tim Panitia Seleksi (Pansel) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Inspektorat Provinsi Lampung, akan membentuk tim investigasi untuk menelusuri keterlibatan oknum sekretariat komisi I atas dugaan memanipulasi tandatangan Wakil Ketua DPRD Lampung, Johan Sulaiman.

Hal ini untuk menindaklanjuti hasil  klarifikasi Komisi I DPRD Lampung yang menyatakan bahwa surat yang  keluar dari pimpinan DPRD kepada Pansel Sekdaprov disinyalir terdapat manipulasi tandatangan Johan Sulaiman, diluar sepengetahuan dan petunjuk pimpinan maupun anggota komisi I. Tetapi murni  kelalaian staf sekretariat komisi.

Kepala Inspektorat Provinsi Lampung, Saiful Darmawan, mengaku, akan pihaknya menindaklanjuti permasalahan itu dengan membentuk tim investigasi.

Baca Juga:  PAN Lampung Minta Kemenag Cabut Daftar 200 Nama Mubalig

“Tim investigasi sudah dibentuk dan segera akan kita lanjuti. Karena sudah masuk pemberitaan yang menjadi konsumsi publik,” katanya, Kamis (11/10).

Dalam investigasi itu, pihaknya akan melakukan pemanggilan terlebih dahulu untuk membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Kita BAP dulu sebagai azas praduga tak bersalah. Karena permasalahan ini masih indikasi,” tukasnya.

Saat disinggung kapan waktu pemanggilan tersebut, ia menyampaikan bahwa pihaknya tengah membuat SPT.

“Jadi kita tinggal menyerahkannya ke Plt. sekdaprov dan pak gubernur,” ujarnya.

Sebelumnya, Komisi I DPRD Lampung mengklarifikasi pemberitaan mengenai surat pemanggilan Rapat Dengar Pendapat (RDP) ke Panitia Seleksi Sekdaprov Lampung pada Selasa (9/10) diduga palsu.

Ketua Komisi I DPRD Lampung, Ririn Kuswantari, menyampaikan bahwa surat keluar pimpinan DPRD kepada Pansel Sekda Provinsi Lampung yang disinyalir terdapat kekeliruan atau manipulasi keaslian tanda tangan Wakil Ketua DPRD Lampung Johan Sulaiman, adalah diluar sepengetahuan dan petunjuk pimpinan maupun anggota komisi I.

Baca Juga:  SPRI Lampung Minta Oknum Guru Penjewer di Mutasi

“Setelah kami klarifikasi, hal tersebut adalah murni merupakan kelalaian staf sekretariat komisi. Namun demikian hal tersebut merupakan kelalaian kami,” kata Ririn, Kamis (11/10).

Oleh karena itu, Ia meminta kepada pimpinan staf sebagai atasannya yaitu sekretaris dewan (sekwan) untuk memberi sanksi  tegas kepada yang bersangkutan.

“Kami selaku pimpinan dan anggota komisi I mohon maaf kepada pimpinan dewan dalam hal ini Johan Sulaiman,” ujarnya.(DD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top