Iklan
Modus

Tanam Ganja di Rumah, Ayah Tiga Anak Diamankan Polsek Talang Padang

Polsek Talang Padang, Polres Tanggamus, mengamankan, Epen Ependi (40), warga Pekon Purwodadi, Kecamatan Gisting/SB/Suluh

TANGGAMUS – Polsek Talang Padang, Polres Tanggamus, mengamankan, Epen Ependi (40), warga Pekon Purwodadi, Kecamatan Gisting. Pasalnya pria yang  berprofesi sebagai pedagang itu diketahui telah menanam 3 batang ganja yang mencapai ukuran 30 dan 10 cm.

Saat dilakukan penggeledahan di rumah tersangka tiga orang anak ini, ditemukan, sebungkus biji ganja siap tanam, dan 2 rim kertas vapir.

Kapolsek Talang Padang, AKP Yoffi Kurniawan, mengungkapkan, pelaku diamankan pada Selasa (9/10) sekitar pukul 11.00 WIB.

“Pelaku diamankan setelah menerima informasi masyarakat bahwa yang bersangkutan telah menanam ganja dirumahnya,” jelas AKP Yoffi Kurniawan, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, Kamis (11/10).

Baca Juga:  Polres Tanggamus Amankan 4 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

Lebih lanjut Kapolsek mengatakan, saat diamankan pelaku mengakui semua perbuatannya menanam pohon ganja di dalam pot bunga bahkan disaksikan sekretaris pekon setempat.

“Ganja ditanam dalam pot bunga dan ditaruh di kamar mandi, sedangkan untuk biji ganja ditemukan di dapur terbungkus kertas,” ungkapnya.

Kapolsek menambahkan, berdasarkan keterangan pelaku, bibit ganja didapatkannya dari Kota Agung, namun dia tidak mengetahui rumah penjual tersebut.

“Menurut pelaku membeli biji ganja di Gudang Lelang, Kota Agung, sekitar 6 bulan lalu. Setelahnya disemai dan ditanam 3 batang tersebut di dalam pot yang akan dipergunakannya untuk diri sendiri,” tutur Kapolsek menerangkan penjelasan tersangka.

Kapolsek menambahkan, atas temuan tersebut Polsek Talang Padang telah melakukan pengembangan ke kawasan register 28, namun tidak ditemukan pohon ganja.

Baca Juga:  97 PNS se-Lampung Tersangkut Korupsi dan Masih Dinas

“Pelaku juga memiliki kebun kopi di Umbul Tengah Register 28, namun setelah dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan adanya pohon ganja,” imbuhnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 111 ayat (1) dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.(SB/CD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top