Bandar Lampung

Takut Dimarahi Gubernur, BPS Tunda Perilisan IPM Lampung

BPS

Suluh.co – Terhitung sudah empat hari BPS (Badan Pusat Statistik) Lampung belum juga merilis publikasi data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terbaru. Padahal BPS pusat dan BPS provinsi lainnya di Indonesia telah merilisnya tanggal 15 November yang lalu.

Muncul dugaan, BPS khawatir dengan kemarahan atau ketidaksukaan Gubernur Arinal Djunaidi, maupun kepala daerah lainnya di Lampung terkait data-data statistik.

Pemerhati Pembangunan dan Kebijakan Publik Lampung, Nizwar Affandi, menduga, BPS seperti merasa ketakutan sehingga lebih memilih model penyajian data yang relatif paling aman tidak terlalu membuat Gubernur Lampung tidak berkenan.

Pilihan sikap itu tentu merugikan hak publik untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan gamblang.

BPS

“Penyajian data NTP dan Pertumbuhan Ekonomi juga hendaknya kembali seperti sebelumnya di masa Gubernur Ridho dan Gubernur Sjachroedin, ditampilkan kembali infografis posisi Lampung di antara provinsi lainnya di Sumatera,” papar Nizwar, melalui pesan WhatsApp, Jumat (19/11).

Baca Juga:  Tujuan Kadiskes ke Markas Adhyaksa: Ngaku Tinjau Proses Rehab Poliklinik di Kejati Lampung

Selain itu, infografis sudah tidak ada lagi sejak dua tahun terakhir. Bisa jadi karena saking khawatirnya akan membuat Gubernur Arinal tidak berkenan kalau ditampilkan, mengingat NTP dan pertumbuhan ekonomi Lampung dua tahun belakangan ini jika dibandingkan dengan provinsi lainnya di Sumatera berada di posisi 9-10 dan di bawah rata-rata regional.

“BPS Lampung mestinya jangan takut, mereka lembaga pemerintah non kementerian yang dibentuk berdasarkan konstitusi dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden,” tegas Nizwar.

Ia pun meminta agar tidak mengorbankan hak publik mendapatkan informasi hanya karena ada ancaman kepala BPS provinsinya akan “dipindahkan”.

“Ekspresi sikap abuse of power seperti itu tidak boleh diberi ruang untuk tumbuh dan berkembang di Bumi Lampung,” ujarnya.

Baca Juga:  Merokok di Rapat Pansus LKPJ, Ketua Komisi III DPRD Lampung Meradang

Sebelumnya, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meminta BPS Lampung untuk mengurangi analisa ekonomi dengan alasan takut ditertawakan ekonom Unila jika BPS mengeluarkan data yang tidak valid.

“Ini setiap minggu merilis bersama media. Saya tegur itu, kalau dia benar enggak apa-apa, tapi kalau dia salah saya diketawain oleh ekonom Unila,” kata Arinal saat memberi sambutan di seminar nasional, dalam tema ‘Inovasi teknologi pertanian lahan kering masam mendukung kemandirian pangan dan ekspor’ di Hotel Rodisson, Rabu (30/6) lalu.

“BPS harus tahu diri, jaga tugas utamanya, kalau tidak saya pindahin. Agak kenceng dulu ini. Kalau enggak dikencengin, rusak dunia ini,” kata Gubernur Arinal.

 

Baca Juga:  Emerald Hill Residence Berbagi Kebaikan Ramadan

Sumber : SUL/NIZ

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top