Iklan
Politik

Tak Bisa Beri Jawaban, Kuasa Hukum Arinal-Nunik Minta Tambahan Waktu

Sidang kasus politik uang di Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu Provinsi Lampung/Net

BANDAR LAMPUNG – Karena belum mempu menjawab terjadinya politik uang secara terstruktur, sistematis, dan massif (TSM) dalam Pilgub Lampung 2018, Kuasa hukum pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Lampung Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim (Nunik) meminta tambahan waktu dalam sidang di Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Provinsi Lampung, Jumat (6/7).

Majelis persidangan yang terdiri dari Fatikhatul Khoiriyah, Iskardo P. Panggar, dan Adek Asyari mengatakan sidang dilanjutkan hari ini juga.

Saya tawarkan, apakah agenda sidang bisa dilanjutkan siang ini untuk memberi jawaban dari terlapor. Agenda sidang ini bisa dilanjutkan dalam satu hari dan hanya berganti jam. Bisa siang atau malam? tanya Majelis Ketua Persidangan yang juga ketua Bawaslu Provinsi Lampung Fatikhatul Khoiriyah dalam sidang di Kantor Gakkumdu Provinsi Lampung di Rawa Laut, Bandar Lampung.

Baca Juga:  Pasangan Arinal-Chusnunia Tidak Tercantum Dalam Surat Keputusan Rekomendasi Partai Golkar

Menanggapi permintaan majelis persidangan, kuasa hukum Arinal-Nunik yang terdiri dari 16 advokad, langsung meminta tambahan waktu, agar persidangan dilanjutkan Senin (9/7). Karena ini sudah weekend, kami minta untuk dilanjutkan Senin (9/7) sekaligus untuk mempersiapkan jawaban, kata salah satu kuasa hukum Arinal-Nunik, Andi Syafrani dan Abdul Qodir.

Atas permintaan kuasa hukum Arinal-Nunik itu, akhirnya Fatikhatul Khoiriyah memutuskan sidang dilanjutkan Senin. Sidang perdana dikawal ratusan personel poiisi itu dengan agenda pembacaan laporan pelanggaran politik uang secara terstruktur, sistematis, dan masif yang dilakukan oleh paslon nomor urut 3 Arinal-Nunik.

Pelanggaran politik uang terstruktur, sistematis, dan masif ini dilaporkan paslon nomor urut 1 Ridho Ficardo-Bachtiar Basri dan paslon nomor urut 2 Herman HN-Sutono. Atas pelanggaran politik uang yang terstruktur, sistematis, dan massif ini, kuasa hukum dari kedua paslon ini meminta agar paslon nomor urut 3 Arinal-Nunik didiskualifikasi karena telah melanggar aturan tentang politik uang yang TSM.(NEt/LP)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top