Iklan
Daerah

Tak Berizin, DPRD Pesawaran Bakal Tutup Tambang Batu di Desa Bantar

Wakil Ketua Pansus, Rudi Irawan, didamping anggota pansus Agus Purnomo dan H Tati, serta Wakil ketua lll DPRD Rudi Agus Sunandar dan staf ahli partai Nasdem Aprizal, beserta staf ahli Partai Golkar Lamudin, saat melakukan inspeksi mendadak ke tambang baru yang diduga ilegal/MH/Suluh

GEDONGTATAAN – DPRD Kabupaten Pesawaran, bakal menutup izin tambang batu ilegal di Dusun Bambu Kuning, Desa Bantar, Kecamatan Padang Cermin. Hal itu berdasarkan tidak adanya surat izin pendirian tambang.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Pansus, Rudi Irawan, didamping anggota pansus Agus Purnomo dan H Tati, serta Wakil ketua lll DPRD Rudi Agus Sunandar dan staf ahli partai Nasdem Aprizal, beserta staf ahli Partai Golkar Lamudin, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Rabu (10/10).

Baca Juga:  DLH Lampung Barat Minta Warga Tidak Asal Tebang Pohon

“Itu tambang ilegal sudah berjalan selama tiga bulan, tetapi sayangnya mereka belum bisa menunjukan surat izin terhadap kami, dan kami juga belum ada laporan bahwa di daerah ini ada tambang batu dari dinas terkait,” ungkap Rudi, di lokasi tambang.

“Seharusnya dinas lingkungan hidup dan perizinan lebih mengetahui dari awal bahwa ada operasi tambang batu ,apalagi itu ilegal,” timpalnya lagi.

Sebelumnya anggota pansus PAD, telah mendapatkan informasi dari masyarakat perihal adanya penambang liar memakai alat berat.

“Kalau tidak bisa secepatnya menunjukan surat izin pendirian tambang batu. Maka kita anggota pansus meminta tambang tersebut ditutup,” tegasnya.

“Kalau toh itu ada surat izin atau resmi maka pemda juga bakal bertambah PAD-nya, kalau begini pemasukan untuk pemerintah jadi tak jelas,” sesalnya.

Baca Juga:  Pemkab Pesawaran Tunggu Balasan Kejari Perihal Korupsi Pengadaan Kapal

Diketahui, Saat sidak dilakukan oleh anggota pansus dan didampingi oleh wakil ketua lll DPRD tersebut, di lokasi penambangan batu tersebut hanya ada operator alat berat, Herman. Dirinya pun tidak bisa memberi keterangan lebih rinci apalagi memperlihatkan surat pendirian tambang batu tersebut.

“Saya hanya sebagai operator sekaligus mengawasi 4 alat berat yang digunakan untuk mengeruk batu saja, kalau bos saya di Kalianda dan ini tambang atas nama CV Budi Jaya,” kata Herman.(MH/PS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top