Modus

Swakelola di Mesuji Potensi Korupsi, 74 Juta Disebut Hadiah

kiri-Bupati non aktif Mesuji Khamami dan Taufik Hidayat/TN/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Sidang perkara suap fee proyek Kabupaten Mesuji, kembali digelar persidangannya pada Senin (25/6)  kemarin, di Pengadilan Negeri Tipikor Kelas I A Tanjung Karang, Bandar Lampung.

Dalam sidang yang berlangsung hampir 11 jam ini, jaksa mempermasalahkan program swakarya, yang dianggap meyimpang.

Sebanyak 8 saksi, turut dihadirkan dalam sidang lanjutan yang terjadi di lingkungan Dinas PU (Pekerjaan Umum) Mesuji, atas nama terdakwa Khamami, Wawan Suhendra dan Taufik Hidayat.

Dalam keterangan para saksi, disebutkan terdapat program swakelola Dinas PU di Mesuji, yang selama ini pula diklaim telah menjadi percontohan bagi kabupaten lainnya. Bahkan mendapat acungan jempol dari Presiden RI Joko Widodo.

Baca Juga:  Dinas Perdagangan Orientasikan Program untuk Kesejahteraan Masyarakat

“Dalam data laporan, ada uang kok tumben gak bulet Rp75 juta atau Rp80 juta. Malahan Rp74 juta. Ini uang untuk apa,” tanya Jaksa KPK, Subari Kurniawan, kepada saksi, Kabid Peralatan Dinas PU Mesuji, Daruf Mahfud.

“Itu uang entah untuk tanda terima kasih atau pemberian hutang. Sebab anggaran kami saat itu habis untuk pengadaan bahan bakar minyak alat berat. Dan uang itu dipakai untuk beli semen dan bahan material, Pak Khamami sendiri yang beli,” timpal Daruf.

“Semen sama material mana,” tanya jaksa.

“Engga tahu,” jawab Daruf.

Sidang lanjutan perkara ini akan digelar kembali pada Jumat 28 Juni 2019 esok, dengan agenda yang masih akan mendengarkan keterangan saksi.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top