Politik

Sutono Terbukti Melanggar Undang Undang Aparatur Sipil Negara

Kiri-Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Puteri, saat memberikan rekomendasi calon gubernur-wakil gubernur kepada Herman Hasanusi dan Sutono, di Jakarta/Ist

 

BANDARLAMPUNG – Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Provinsi Lampung, menyatakan, calon wakil gubernur Sutono, telah melanggar Undang Undang Nomor 5 tahun 2014 perihal ketentuan dan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan PP Nomor 42 tahun 2004, tentang pembinaan jiwa korps dan kode etik Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Anggota Bawaslu Lampung Adek Asyari, menjelaskan, pelanggaran ini karena Sutono, telah hadir dan mendeklarasikan diri sebagai Calon Wakil Gubernur Lampung mendampingi Herman Hasanusi di Kantor DPP PDI-P pada tanggal 4 Januari lalu.

Untuk itu, berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Bawaslu, ada tiga rekomendasi yang akan diajukan dengan tujuan untuk dilakukan pembinaan/penindakan sesuai peraturan perundang-undangan.

Baca Juga:  Panwaslu Jangan Takut Telusuri Politik Uang Tim Herman HN

“Pertama, meneruskan dugaan pelanggaran netralitas ASN yang dilakukan Sutono kepada Gubernur Lampung. Meneruskan dugaan pelanggaran netralitas ASN ini kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri), dan meneruskan dugaan pelanggaran netralitas ASN ini kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN),” papar Adek, di Bandarlampung, Senin (8/1).

Sebelumnya, Sutono dipanggil Bawaslu Lampung untuk klarifikasi terkait kehadirannya pada pengumuman rekomendasi calon gubernur dan wakil gubernur di DPP PDI-P, Menteng, Jakarta Pusat.

Dari hasil klarifikasi, Sutono mengakui mengikuti deklarasi bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung yang dilaksanakan di DPP PDI-P. Selain itu saat mengikuti deklarasi tersebut, ternyata status Sutono masih menjabat sebagai Sekda Provinsi Lampung tanpa surat pengunduran atau izin cuti kerja.

Baca Juga:  Herman HN Lantik Eselon III & IV

Sutono berdalih, sudah mengundurkan diri sebagai aparatur sipil negeri (ASN). “Menurut saya nanti akan koordinasi dengan biro hukum saya. Apakah nanti akan masih menandatangani (sebagai sekda). Saya sudah bulat untuk mengabdi dengan bangsa dan negara ini lewat partai dan alasan saya mengundurkan diri untuk mengurusi organisasi profesi saya,” ujar Sutono.

Dirinya berharap, Gubernur Lampung segera menunjuk pelaksana tugas untuk menggantikan dirinya. “Harapan saya pak Gubernur segera menunjuk Plt. Supaya tidak ada konflik saya berharap sekali Pak Gubernur menunjuk Plt. Karena pasti ke kantor pemda nanti akan kagok (kaku),” jelasnya.(AD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top